Mengapa Pendapatan atau Gaji Saya Stagnan ?

Gaji saya kenapa segini-segini aja ya. Bahkan tidak ada yang namanya penambahan. Semua segini tiap tahun naik dikit. Tapi harga barang semua naik lebih banyk dari kenaikan gaji kita. Seakan-akan semuanya itu kurang. Apalagi apabila kita melihat rumor di berita milenial mulai kesusahan untuk memenuhi kebutuhan rumah. Ya begitulah mungkin keluhan-keluhan dari maestro-maestro sambat. Semua terangkum indah di dalam pemikiran mereka. Apakah masasan punya solusi? Hmmm. Oke kita kupas satu-satu. Berikut ini penyebab gaji anda yang stagnan.

Terjebak di Zona Nyaman

Stagnan, stuck, apapun itu kondisinya,kebanyakan itu merupakan zona nyaman kalian. Tapi ini bukan zona nyaman. Ah masa ? Coba dipikir ulang. Kalian runut seharian ngapain aja? Apakah ada satu detik yang terbuang sia-sia ? Atau semua sudah terpakai. Digitalisasi menjadikan kesempatan terbuka namun juga distraksi menyerang. Hiburan pun , mudah didapat hanya dengan membuka google, youtube, sosial media. Hiburan-hiburan yang kebanyakan itu lah yang akan menjadikan distraksi. Menit-menit anda tersita untuk kejadian yang mungkin tidak terlalu penting untuk anda. Ah enggak kok, saya bersosial media itu penting banget. Saya bisa tau temen saya yang lagi di eropa liburan. Bro dan Sis, apakah liburan teman kalian membuat gaji dan kebahagiaan anda meningkat? Saya rasa tidak. Jadi mulai berfikir ya, apakah saya sedang di zona nyaman atau tidak.

Apabila kalian sudah merasa di zona nyaman. Buat itu menjadi tidak nyaman, caranya gimana? Jadi yang dulunya abis kerja langsung sosmed yutub terus tidur. Coba kembangkan skill baru. Entah dari baca buku, jualan online, ataupun belajar bahasa  baru. Atau coba temuin teman anda yang sudah lama tidak anda ketemu, interaksi dengan mereka, harus empat mata saran saya. Karena kalau cuma chat itu kurang menurut saya. Tapi jangan tiap hari ketemu juga. Bangkrut kalau tiap hari. Jadi buat hidup anda lebih baik dan jangan lupa tetap kerja, kerja , kerja.

Kurangnya Rasa Ingin Tahu dan Berhenti Belajar

Hidup itu seperti naik sepeda, untuk menjaga keseimbangannya kamu harus selalu mengayuhnya. Itu kutipan dari Albert Einstein. Bisa dibilang itu sangat cocok sekali ya kalau kita berhenti belajar ya stuck. Gaji ga ada perubahan. Dan ujung-ujungnya sambat sambat dan sambat. Saya kasih contoh. Orang sekarang bisa menjahit. Dia bisa kerja di pabrik garmen dan mendapat gaji mungkin UMR. Dia berhenti belajar. Dengan duit segitu dia cukup. Ya sampai tua pun mungkin akan cukup untuk dia dengan gaji UMR yang diberikan suatu pabrik tersebut. Beda cerita jika orang tersebut mau belajar. Setelah pulang kerja dia ingin tahu lagi bagaimana cara menjadi penjahit rumahan yang bisa duduk di rumah dan datang order, bahkan bisa melebihi gaji para karyawan pabrik? Akhirnya dia belajar ke penjahit profesional apa keunggulan bagaimana marketnya. Setelah beberapa lama dia mempunyai skill dan mulai membuka jasa menjahit sendiri. Masih kurang dia berusaha mendidik orang lain supaya bisa menjadi karyawan dia sendiri kemudian dia bisa belajar di hal lain. Dan akhirnya jasa jahit itu pun bisa jalan sendiri tanpa kehadiran dia. Karena dia belajar juga manajemen dan lain-lain. Yah tapi itu cerita singkat apabila di dunia nyata mungkin bisa berbulan-bulan.

Belajar itu kunci dari semuanya. Tidak peduli umur anda berapa. Memulai sesuatu yang baik itu tidak terbatas oleh usia. Semua bisa melakukan perubahan. Dan ingat orang tua pun juga bisa membawa perubahan. Liat kolonel Sanders, di usia 65 tahun dia baru mulai mengedarkan resepnya untuk dijadikan resep restoran terbaik dan sekarang anda mengenal resep itu yaitu di KFC.

Manajemen Keuangan yang Buruk dan Tidak Berinvestasi

Kita bahas gaji berarti kita juga membahas manajemen keuangan. Untuk para sahabat yang merasa gaji awal bulan serasa segunung dan akhir bulan menjadi tak berarti. Mohon anda cek bagaimana pengeluaran bulanan anda. Apakah ada jatah untuk investasi? Dana Darurat? Asuransi? Perencanaan keuangan anda.

Ini merupakan penyebab juga mengapa anda gaji stuck di angka tersebut. Bahkan kalau naik malah lebih naik inflasinya daripada gaji anda. MIRIS. Coba di atur-atur dulu keuangan anda. Mulailah anda membentuk dulu dana darurat. Dana ini harus ada. Karena apabila terjadi apapun, gaji anda tidak langsung terseret. Tapi dana darurat anda.

Apabila dana darurat anda mulai terbentuk, mulailah mengkalkulasi dalam sebulan anda butuh pengeluaran berapa. Untuk apa dan inget semua. Habiskan apa yang sudah anda rencanakan. Itu menurut saya sih. Saya nyamannya begitu. Mungkin ada juga yang berfikir kalau bisa lebih hemat lagi ngapain engga? Wah saya ga mau deh.

Setelah tau kalkulasi. tentukan berapa yang harus diinvestasikan dalam sebulan. Dan keluarkan duit untuk investasi tersebut pertama kali. Jangan kebalik loh ya. Karena ya itu paling penting untuk kenaikan pendapatan anda di masa depan. Jangan lupa juga kasih dana untuk asuransi supaya nantinya apabila ada apa-apa bisa tercover dengan baik.

Mengapa harus investasi? Tahukah anda pendapatan pasif? Jadi anggap aja pendapatan pasiv itu anda ga kerja duit ngalir terus. Mudahnya kayak punya kos kosan. Kita tidur, makan ga ngapa-ngapain duit udah ngalir. Bayangin jika anda memiliki 100 rumah kos-kosan. Mau anda tiap hari ngapain aja juga sudah tercover kan. Ya begitu lah ajaibnya aset-aset investasi yang telah anda kumpulkan.

Jadi begitulah kesimpulan kesimpulan yang telah saya rangkum. Apabila setuju kasih komentar ya. Apresiasi kalian sangat berarti bagi saya hahaha. Terima Kasih dan Sampai Jumpa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s