Anj*** Aku Gagal

Anjrit aku gagal nih.
Ujianku kemarin ga  lulus.
BIsnis buntu banget , saingan banyak banget. Gulung tikar nih tahun depan.
Ketipu jutaan coy, ntah ini hidup aku kayaknya bakalan stuck deh.

Gila kali ini aku bener bener buntu lah. Susah banget untuk jadi orang sukses. Coba kemarin aku lebih keras lagi untuk berusaha pasti hasilnya akan berbeda. Coba aku tidak ikut-ikutan. Coba aku begini, coba aku begono.

Begitulah sekelumit kisah kegagalan-kegagalan dari beberapa sumber yang pernah saya dengar dan juga  pernah saya alamin.

Apakah ada orang yang selalu dan selalu berhasil tanpa gagal ?
Anaknya hotman paris kali ya. Kan di atas langit masih ada hotman paris… katanya . Canda bro. PEACE dulu dong.

Kegagalan berasal dari kata gagal, yang mana dalam kamus besar Bahasa Indonesia artinya tidak jadi. Tidak berhasil  ataupun tidak dapat dilakukan.

Goblok lah malah jelasin definisinya. Jelasin lah gagal dalam perspektiv hidupmu tolol. Oh iya lupa lupa.

Oke back to topic. KEGAGALAN. Suatu hal wajar yang dialami hampir semua orang di dunia.

Mengapa saya  menyoroti kegagalan ini. Karena saya sendiri lahir dimana kegagalan itu tidak dapat diterima. Padahal kegagalan adalah suatu hal dimana kita diingatkan untuk mempelajari kesalahan yang kita lakukan .

Penilaian masyarakat mendikte diri kita untuk melakukan segala sesuatu itu SEMPURNA. Bahkan tidak di masyarakat. Itu mungkin dimulai dari keluarga kemudian merambah ke  diri kita. Dan itu akhirnya malah menjadi patokan untuk diri kita sendiri.

Contoh ini terjadi pada diri saya sendiri pada saat SMP ataupun SMA.
Aku itu waktu sekolah malas belajar. Sumpah malas banget. Kerjain PR itu di sekolah. Isinya hidup Cuma main-main dan main-main.

Tapi sistem di sekolah saya ataupun di banyak sekolah menetapkan bahwa semua harus mempunyai nilai di atas ketentuan minimal. 75 lah dulu. Gatau sekarang. 80 kali ya.

Saya tau sendiri saya dapat nilai itu jarang di atas 75 tapi di raport pasti tertulis 75 ke atas. Kan aneh. Ngapain belajar kalau udah pasti dapat 75.

Itu membimbing saya bahwa hidup itu selalu sukses. ( Dianggap paksa sukses )

 Anggapan kecil ini berubah terbalik dalam hidup saya ketika saya mengalami kegagalan.

Sepertinya penilaian di dalam rapor yang ada standar minimal itu harus di rubah. Ga baik, semua dipaksa bernilai sama.

Nilai 4 ya tulis 4. Nilai 10 ya itu. Mengajarkan kegagalan dari dini bukan berarti kita jahat kepada individu tersebut.

Di MI (SD) saya pernah mendengar murid tidak lulus. Dan itu saya malah terpacu untuk belajar. Karena saya tidak mau tinggal kelas. Tapi entah ajaran itu di SMP dan SMA malah hilang.

Kegagalan itu wajar kok. Sumpah itu wajar, dan itu merupakan ajaran alami dari kehidupan yang mana kita harus mencoba mengoreksi diri kita, apa yang telah perbuat, dan memahami betapa pentingnya waktu yang telah terlewatkan.

Belum lagi budaya mencontek dan korupsi. HAHA. Ini budaya yang membuat bangsa kita tidak maju-maju. Kegagalan sistem membuat korupsi merajalela di negeriku tercinta.

Saya pun jika diberikan mandat kepemimpinan juga bingung mau mereformasi dari mana.

Kita melihat dari sejarah dulu. Sejarah menulis kegagalan dan kesuksesan dari para orang hebat sebelum kita.

Apa Nabi Muhammad selalu berhasil? Ga, dia kalah besar di perang uhud.
Soekarno apakah selalu berhasil ? Tidak , keluar masuk penjara dia berkali-kali.
Pemilik djarum ( orang terkaya di Indonesia) , Perusahaan mereka dulu terbakar.
BJ Habibie ? Dia thesis sudah jadi dirampas oleh negara jerman karena pada saat itu Indonesia keluar dari PBB.

Melihat dari sejarah, kegagalan itu wajar dan menjadikan kita lebih kuat. Nah ini di sistem Pendidikan kita malah semua dianggap mempunyai nilai sama . Memperbaiki Pendidikan karakter tapi malah dianggap punya nilai sama. LUCU deh.

Hidup di negara maju membuat saya berfikir bahwa kegagalan itu wajar. Bukan untuk  sombong, tapi saya melihat sendiri sudah berapa banyak mahasiswa dari Indonesia pulang dari perantauan tanpa gelar?

Pulang tanpa kehormatan yang dia idam-idamkan , pulang hanya dengan membawa memori perjuangan dan getirnya kehidupan.

Sudah jalanin aja hidup dengan versi terbaikmu. Ga perlu kalian melihat  kegagalan masa lalu.  Apabila gagal nikmati gagalnya. Nikmati aja. Nikmati sampai puas. Sampai kalian sadar bahwa hidup masih tetap berjalan.

Dan pada saat kalian tahu apa itu hakikat kehidupan, maka kalian akan berjalan di dunia dengan karakter yang lebih kuat dari sebelumnya serta perspektiv-perspektiv baru tentang kehidupan.

Itulah yang saya lakukan ketika gagal. Nikmati dan cari pelampiasan dan pelampiasan itu mengarah ke kebosanan. Dan saya berfikir ulang bagaimana menjadi  pribadi lebih baik.

Oke beginilah sharing aku kali ini.

SANGAT DITUNGGU CACIAN  DARI KALIAN
Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s