An Enlightenment from God of the Broken Heart

5 Mei 2020. Mendengar maestro campursari dangdut meninggal dunia itu menjadi terpukul untuk saya sendiri. Beliau (Didi Kempot) sang maestro dengan ribuan kosakata dan ribuan tempat yang bisa menjadi suatu ide lagu.

Mulai dari tempat pariwisata, pantai, terminal, stasiun, dan banyak lagi ide-ide ciamik.

Lagu itu menjadi sebuah monumen pengingat untuk semua kalangan. Pada awalnya yang hanya dikenal kalangan bagian suku jawa atau tepatnya para pembicara bahasa jawa. Sekarang menjadi sebuah simbol adanya sang maestro untuk beliau. Itu yang mengakui tidak lagi orang jawa bahkan banyak yang tidak paham dan masih tetap asyik dengan santai menandungkan lagu tersebut.

Nilai moral yang beliau ajarkan menjadikan beliau seseorang yang patut diacungi jempol dan menjadikan beliau adalah sang maestro kehidupan yang bisa dicontoh.

Kita ulas dahulu bagaimana kisah singkat beliau mendapatkan gelar itu. Brave Yourself….

Didi Kempot yang bernama asli Didik Prashetya lahir di solo dari bapak Ranto Edi Gudel. Beliau juga mempunyai saudara seniman yaitu mamiek pelawak senior srimulat. Lahir di Surakarta pada tahun 1966.

Apabila kita beropini sebagai common people (CP). Enak nyanyi dapat duit. Eits bentar dulu fergusso. Siap tidak kalian dengan perjuangan pakde didi yang sangat berlika-liku tersebut.
Didi kempot memulai masa kecil di ngawi sebuah kota di ujung barat jawa timur. Di kota ini Pakdhe dengan neneknya untuk mendewasakan dirinya. Karena dengan posisi orang tua beliau sudah bercerai.

Sebelum setenar ini pakde memulai karir nya sebagai pengamen. Kegiatan ini dilakukan oleh beliau selama bertahun-tahun. Hasil pun belum tentu. Hinaan juga ketakutan akan kegagalan itu pastimenjadi momok bagi beliau. Tapi beliau yakin bahwa dia akan sukses.

Ini dilakukan pakde di 2 kota yaitu jakarta dan surakarta. Jadi untuk menjadi orang sukses pengorbanan tanpa lelah itu harus dilakukan tanpa pandang bulu. Beliau rela mengamen dengan bahagia dan enjoy selama bertahun-tahun. Lebih tepatnya 5 tahun. Bayangkan guys.

Pernahkah kita melakukan pengorbanan yang sebegitu kerasnya terhadap diri kita sendiri demi mimpi kita yang besar. Did you do that? Atau kita cuma seorang pecundang yang selalu mencari pembenaran dan pembenaran mengenai kesalahan. Membayangkan saja sudah mengerikan.
Arti Kempot sendiri itu pun merupakan kepanjangan dari kelompok penyanyi trotoar. Bahkan beliau sendiri yang sangat rendah hati memakai nama itu sebagai nama panggungnya.

Itu mengingatkan beliau yang mengamen di ibukota dengan mimpi-mimpi beliau yang sangat besar.

Beliau tidak menggunakan suatu kelebihan ketenaran kakaknya atau orang tuanya. Ia sangat yakin terhadap kemampuan dirinya dan percaya terhadap jalan hidupnya sendiri.

CP berfikir ya tinggal hubungin orang tua atau kakaknya koneksi ke produser-produser kondang sudah di tangan. Tapi beliau tidak memakai jalan itu. Memilih menjadi pengamen dan menuliskan jalan kehidupan sendiri.

Untuk para pengejar mimpi besar? Sudahkah kalian seberjuang ini untuk mimpi kalian. Atau kalian masih menunggu besok dan besok untuk berkarya sampai besok itu adalah hari kematian kalian.

Jangan Gantungkan Kesuksesan Kalian Kepada Orang Lain. 

Itu suatu kata cocok yang bisa dipetik dari Maestro campursari / dangdut/ lagu jawa. Ah entah trade mark apa lagi yang sudah terlalu banyak untuk beliau. Ayo kawan perjuangkan kesuksesan kalian.

Awal pertama kali Didi mendapatkan rekaman yaitu dengan musik lagu cidro. Lagu yang mendayu-dayu dan mengingatkan kita akan pengorbanan seorang kekasih yang pasti untuk cinta yang tidak terbalaskan.

Setelah itu dia tetap berkarya. 800 Lagu telah beliau ciptakan sampai saat ini. Dan itu adalah hasil konsistensi yang sangat luar biasa dari seorang maestro.
Tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Itu adalah kunci sukses.

Di acara televisi bahkan beliau memberikan prinsipnya, menulis lagu membuat lagu dan teruslah berfikir bahwa karya itu patut dinikmati. Dia tak peduli perkataan orang lain. Tetap membuat dan membuat dan akhirnya kesempurnaan malah hadir di dalam lagu tersebut karena buah dari konsistensi tersebut.

Tetap Konsisten di Jalan yang Kita Putuskan.

Dalam sekali makna hidup beliau. 800 lagu. Tak ada kata bosan. Tetap berkarya.

Hal yang saya soroti di kehidupan beliau. Beliau itu orangnya sangat menerima. Bahasa Jawa mungkin Nrimo.
Ini kunci-kunci kehidupan yang notabene menjadi salah satu kunci kesuksesan beliau.

Dia mempunyai 800 lagu, dia yang nulis dia yang nyanyi. Tapi lagu tersebut di cover orang lain, tanpa izin beberapa, bahkan itu tanpa royalti. WAW

Sebuah keteladanan di dunia yang sangat tamak sekarang ini. Beliau cuma bilang, izin dulu. Masalah duit belakangan yang penting kulonuwun dulu. Bahkan beliau tidak pernah ada kasus yang sampai membawa pengacara demi mengejar pundi-pundi. Tetap santai
Faktanya orang yang cover lagu mereka pun duitnya banyak pasti. Banyak banget, bahkan mungkin ada yang menjadi tenar. Koar-koar? Engga.
YAKIN bahwa rezeki itu ada yang mengatur.

Karena dengan kesantaian tersebut. Di akhir 1 tahun beliau, semenjak beliau tenar kembali, atau mungkin bangkit kembali lebih tepatnya. Beliau tetap santai dan rendah hati.
Di panggung nasional lagu beliau menjadi trending nasional. Job manggung menjadi penuh.
Yang dulu dari 15-25 juta menjadi ratusan juta.

Emang rezeki itu tidak kemana.
Hidup 53 tahun sempat lagunya di bajak orang. Tenar bener-bener pecah menurutku di setahun terakhirnya. Semoga itu menjadikan teladan untuk mu sang maestro.

Tulisan ini aku persembahkan untuk beliau yang telah menemani hari-hariku menjadi lebih kuat dan menjadi dewasa-

Cinta tak selamanya patah. Akan ada cinta yang telah dipersiapkan tuhan untuk mu. Entah di masa depan atau setelah kematian.
Tetap berkarya semua.

Halle 08-05-2020

Catatan dari Seorang Penggemar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s