Penyebab “Mager Nih Mau Ngapa-Ngapain”. Apa Solusinya ????

Konten ini banyak bersifat opini dan pendapat pribadi saya. Apabila menentang silahkan close tab. Gratis kok baca, gratis juga keluar. Hehehe

Istilah yang sering kita denger. Yah aku sendiri baru denger istilah ini 4 tahun yang lalu. Dan sampai saat ini kata-kata ini sering banget di dengungkan. Dan menurut aku pribadi kata kata ini menjadi hambatan kita dalam melakukan kegiatan apapun. Suka atau tidak malas itu penghambat. Opportunity costnya lebih besar . Jangkrik omong opo kowe opportunity cost. Oke oke, masih ada aktivitas lain yang bisa nih dilakukan maksudnya itu loh. Kan juga di otak kalian pasti penuh mimpi-mimpi yang gede banget. Ga mungkin lah ga ada mimpi. Orang hidup mesti punya impian. Meskipun impiannya cuma aku pingin punya uang banyak sekali (impian ga jelas). Lah kok ga jelas, ya ga ada detail nya. Banyak itu berapa, kapan itu dapatnya. hehehe.

Oke langsung saja, kenapa mager ini selalu menghantui kita dan inilah 2 penyebab Mager menurut saya.

Adanya Internet

264116792_3d3d528219_o

Ini nih menjadi pembeda zaman old sama zaman now, katanya. Tapi bener juga kok. Dengan adanya internet kehidupan kita jadi berubah drastis. Dulu ketika saya masih kecil, SD kali ya. Jarang sekali dengar teman ngomong mager. Pasti ayok gas lah. Atau have fun lah. SMP juga begitu. Belum dikenal namanya itu mager. Semua pasti dilakuin apapun yang membuat fun itu ya keluar rumah. Entah hangout sama teman, entah main bola. Main PS di rental yah begitu lah zaman ketika internet belum menyerang.

Ketemuan pun hanya mengandalkan insting dan kepercayaan sama teman kok.

A: Besok ketemu ya di alun- alun jam 10 pagi!!!
B : Oke bos. ( Jaman sekarang mungkin ashiaappp) hahhaah.

Coba kalau teman kita itu rese. Ga datang dia. Pasti kita di alun-alun cuma jadi penonton orang berduaan pacaran dan ga ketemu si B. Ya begitulah hidup di zaman yang masih belum terbukanya informasi dan komunikasi. Keterpercayaan itu hal utama. Dan apabila kita terlambat kita tidak bisa memberitahu. Dan mungkin ada pertengkaran sedikit di hari hari selanjutnya. Tapi bukanlah pertengkaran kecil dan sedikit itu membuat pertemanan kita semakin erat.

Enak kan zaman dulu, ya tergantung kalian melihat dari sudut pandang yang mana.

Smartphone

40222519382_64358edd63_k

Benda kecil ini merubah kehidupan semua orang. Dan ini menyebabkan tingkat kemageran anda menjadi-jadi. Ini benda apabila digabungkan dengan internet gratis dari wifi ( entah wifi keluarga atau maling dari tetangga) ataupun kuota gratisan, bisa mungkin seseorang di rumah seharian penuh.

Benda ini semakin hari semakin maju. Kita bahkan bisa pacaran, LDR an, main game, have fun pakai ini benda gepeng. Telefon dan sms pastinya lah ya. Kan kegunaan utama benda ini memang untuk berkomunikasi. Mungkin benda inilah juga yang menyebabkan hoax tersebar kemana-mana ujaran kebencian dan sebagainya. Oke balik lagi ke masalah kita, gausah lah ngurusin pilpres 2019.

Ini smartphone apabila sudah diinstal youtube, instagram, facebook, PUBG, Mobile Legend, AOV, atau hiburan lainnya, mungkin 12 jam waktu kita terbuang percuma. Hanya memandang sesuatu informasi yang kita tidak butuh. Di zaman informasi yang begitu cepat ini. Tugas kita bukan mencari informasi. Tapi menyaring informasi. Informasi bisa kita dapat sebanyak dan semau kita. Tapi, balik lagi, butuh atau tidak kita informasi tersebut. Zaman nenek ibuk pakde kalian mungkin memang informasi menjadi barang mahal, tapi sekarang informasi bertebaran penting dan ga penting semua jadi satu. Dan tugas kita menyaring informasi.

Jadi gunakanlah smartphone kalian dengan bijak. Internet digunakan juga dengan bijak. Terus apa solusinya supaya tidak mager. Berdasar pengalaman saya loh ini ya, saya bukan peneliti, cuma senang saja beropini. Opini gratis juga.

Move Your Body 

Gerakkan tubuh kalian. Perbanyak aktifitas-aktifitas fisik. Berolahragalah. Hidup cuma sekali kok di dunia ini. Rugi kalau kalian cuma di kasur doang, di kamar doang, di rumah doang. Kalian bisa mengetahui detail dari menara eiffel dari smartphone. Tapi kalau cuma di kasur doang kalian tidak akan pernah menyentuhnya, merasakan feelnya, makan di restoran di atasnya. Foto disana. Bayangan itu hanya ada di otak kalian dan menjadi busuk ketika akan mati dan tidak ada kenangan yang tersimpan di dalam tinta sejarah kalian telah menginjakkan kaki di france. Ya itulah fakta. Dan impian kalian ke paris dimulai dengan move your body.

9678116983_335810f336_z

Rutin berolahraga menjadi solusi juga untuk kalian supaya tidak diam diri di rumah mengurung diri dan merasa tau segalanya. Kalian merasa sehat? Yakin 20 tahun lagi masih sehat apabila menganut gaya hidup seperti sekarang? Yang sekolah atau kuliah senin-jumat sibuk sudah. Di akhir pekan cuma habis di rumah dan bermain HP atau internet. Duh aku pribadi ga menyarankan. Banyak hal indah dari kehidupan ini rugi coy cuma di rumah.
Kan saya main hp buat cari duit. Jadi gapapa dong saya seharian di rumah, Rugi juga sih duit ada nanti belum tentu sehat.

Kejar Impian Kalian

Mimpi itu bebas. Semua orang bisa, tapi kenapa ga semua orang bisa mencapai impian itu? Entahlah. Saya sendiri juga belum tau. Tapi kemungkinan kalian mengejar impian kalian itu meminimalisir kalian berkata mager nih. Malas itu jalan cepat menuju kemiskinan dan kebodohan, percayalah.

Ada crazy rich datang. “Bacot lu san, duit gua udah triliunan gua mager ya urusan gua, ga bakal abis juga gua abisin”. Hehehe ampun bos.

Impian kalian pasti ada sesuatu yang harus dibayar untuk impian itu, itu sudah jadi hukum alam. Mau jadi artis, harus siap dengan gaya hidup kelaparan artis, gym tiap minggu, diet, pola hidup rutin. Best scientist ya harus siap riset, laboratorium makalah buku jurnal jadi makanan setiap hari. Dan apabila kalian udah mulai. Kalian TOP dah. Mengejar impian adalah salah satu cara ampuh menghindari mager.

Apabila mager, ya kalian cuma bisa baca kesuksesan-kesuksesan orang lain aja. Dan sudah cukup dengan cerita kesuksesan orang lain tersebut. Cerita-cerita kekonyolan dan kesuksesan mereka hanya menjadi bunga impian yang tak pernah anda capai. Indah kan? Ya kalau kalian menikmati itu, silahkan. Itu hidup anda. Saya tak berhak ikut campur.

Sekian curhatan kali ini semoga berkah dan jangan lupa. Hindari kata-kata negatif. Selalu kejar impian dan move your body. Wehehehe.

Mengapa Pendapatan atau Gaji Saya Stagnan ?

Gaji saya kenapa segini-segini aja ya. Bahkan tidak ada yang namanya penambahan. Semua segini tiap tahun naik dikit. Tapi harga barang semua naik lebih banyk dari kenaikan gaji kita. Seakan-akan semuanya itu kurang. Apalagi apabila kita melihat rumor di berita milenial mulai kesusahan untuk memenuhi kebutuhan rumah. Ya begitulah mungkin keluhan-keluhan dari maestro-maestro sambat. Semua terangkum indah di dalam pemikiran mereka. Apakah masasan punya solusi? Hmmm. Oke kita kupas satu-satu. Berikut ini penyebab gaji anda yang stagnan.

Terjebak di Zona Nyaman

Stagnan, stuck, apapun itu kondisinya,kebanyakan itu merupakan zona nyaman kalian. Tapi ini bukan zona nyaman. Ah masa ? Coba dipikir ulang. Kalian runut seharian ngapain aja? Apakah ada satu detik yang terbuang sia-sia ? Atau semua sudah terpakai. Digitalisasi menjadikan kesempatan terbuka namun juga distraksi menyerang. Hiburan pun , mudah didapat hanya dengan membuka google, youtube, sosial media. Hiburan-hiburan yang kebanyakan itu lah yang akan menjadikan distraksi. Menit-menit anda tersita untuk kejadian yang mungkin tidak terlalu penting untuk anda. Ah enggak kok, saya bersosial media itu penting banget. Saya bisa tau temen saya yang lagi di eropa liburan. Bro dan Sis, apakah liburan teman kalian membuat gaji dan kebahagiaan anda meningkat? Saya rasa tidak. Jadi mulai berfikir ya, apakah saya sedang di zona nyaman atau tidak.

Apabila kalian sudah merasa di zona nyaman. Buat itu menjadi tidak nyaman, caranya gimana? Jadi yang dulunya abis kerja langsung sosmed yutub terus tidur. Coba kembangkan skill baru. Entah dari baca buku, jualan online, ataupun belajar bahasa  baru. Atau coba temuin teman anda yang sudah lama tidak anda ketemu, interaksi dengan mereka, harus empat mata saran saya. Karena kalau cuma chat itu kurang menurut saya. Tapi jangan tiap hari ketemu juga. Bangkrut kalau tiap hari. Jadi buat hidup anda lebih baik dan jangan lupa tetap kerja, kerja , kerja.

Kurangnya Rasa Ingin Tahu dan Berhenti Belajar

Hidup itu seperti naik sepeda, untuk menjaga keseimbangannya kamu harus selalu mengayuhnya. Itu kutipan dari Albert Einstein. Bisa dibilang itu sangat cocok sekali ya kalau kita berhenti belajar ya stuck. Gaji ga ada perubahan. Dan ujung-ujungnya sambat sambat dan sambat. Saya kasih contoh. Orang sekarang bisa menjahit. Dia bisa kerja di pabrik garmen dan mendapat gaji mungkin UMR. Dia berhenti belajar. Dengan duit segitu dia cukup. Ya sampai tua pun mungkin akan cukup untuk dia dengan gaji UMR yang diberikan suatu pabrik tersebut. Beda cerita jika orang tersebut mau belajar. Setelah pulang kerja dia ingin tahu lagi bagaimana cara menjadi penjahit rumahan yang bisa duduk di rumah dan datang order, bahkan bisa melebihi gaji para karyawan pabrik? Akhirnya dia belajar ke penjahit profesional apa keunggulan bagaimana marketnya. Setelah beberapa lama dia mempunyai skill dan mulai membuka jasa menjahit sendiri. Masih kurang dia berusaha mendidik orang lain supaya bisa menjadi karyawan dia sendiri kemudian dia bisa belajar di hal lain. Dan akhirnya jasa jahit itu pun bisa jalan sendiri tanpa kehadiran dia. Karena dia belajar juga manajemen dan lain-lain. Yah tapi itu cerita singkat apabila di dunia nyata mungkin bisa berbulan-bulan.

Belajar itu kunci dari semuanya. Tidak peduli umur anda berapa. Memulai sesuatu yang baik itu tidak terbatas oleh usia. Semua bisa melakukan perubahan. Dan ingat orang tua pun juga bisa membawa perubahan. Liat kolonel Sanders, di usia 65 tahun dia baru mulai mengedarkan resepnya untuk dijadikan resep restoran terbaik dan sekarang anda mengenal resep itu yaitu di KFC.

Manajemen Keuangan yang Buruk dan Tidak Berinvestasi

Kita bahas gaji berarti kita juga membahas manajemen keuangan. Untuk para sahabat yang merasa gaji awal bulan serasa segunung dan akhir bulan menjadi tak berarti. Mohon anda cek bagaimana pengeluaran bulanan anda. Apakah ada jatah untuk investasi? Dana Darurat? Asuransi? Perencanaan keuangan anda.

Ini merupakan penyebab juga mengapa anda gaji stuck di angka tersebut. Bahkan kalau naik malah lebih naik inflasinya daripada gaji anda. MIRIS. Coba di atur-atur dulu keuangan anda. Mulailah anda membentuk dulu dana darurat. Dana ini harus ada. Karena apabila terjadi apapun, gaji anda tidak langsung terseret. Tapi dana darurat anda.

Apabila dana darurat anda mulai terbentuk, mulailah mengkalkulasi dalam sebulan anda butuh pengeluaran berapa. Untuk apa dan inget semua. Habiskan apa yang sudah anda rencanakan. Itu menurut saya sih. Saya nyamannya begitu. Mungkin ada juga yang berfikir kalau bisa lebih hemat lagi ngapain engga? Wah saya ga mau deh.

Setelah tau kalkulasi. tentukan berapa yang harus diinvestasikan dalam sebulan. Dan keluarkan duit untuk investasi tersebut pertama kali. Jangan kebalik loh ya. Karena ya itu paling penting untuk kenaikan pendapatan anda di masa depan. Jangan lupa juga kasih dana untuk asuransi supaya nantinya apabila ada apa-apa bisa tercover dengan baik.

Mengapa harus investasi? Tahukah anda pendapatan pasif? Jadi anggap aja pendapatan pasiv itu anda ga kerja duit ngalir terus. Mudahnya kayak punya kos kosan. Kita tidur, makan ga ngapa-ngapain duit udah ngalir. Bayangin jika anda memiliki 100 rumah kos-kosan. Mau anda tiap hari ngapain aja juga sudah tercover kan. Ya begitu lah ajaibnya aset-aset investasi yang telah anda kumpulkan.

Jadi begitulah kesimpulan kesimpulan yang telah saya rangkum. Apabila setuju kasih komentar ya. Apresiasi kalian sangat berarti bagi saya hahaha. Terima Kasih dan Sampai Jumpa.

Kapasitas atau Nilai di Atas Kertas

60% lebih orang Indonesia bekerja tidak sesuai jurusan. Hmmm fakta yang sangat mencengangkan. Itu data saya ambil dari beberapa headline portal berita online Indonesia.

Itu kapasitas mereka yang berlebihan sehingga mereka mengambil sesuatu di luar kapasitasnya. Atau nilai mereka yang cuma di atas kertas sehingga menerima pekerjaan yang bukan jurusan mereka, hmmm ya saya kadang heran. Ada juga fakta lulusan komputer tapi tidak bisa menggunakan komputer. Lulusan pertanian jadi pegawai bank. Lulusan sosiologi jadi bidan. Ehm yang terakhir ga mungkin kayaknya. Banyak sederet fakta yang terjadi di Indonesia dan kita sebagai manusia pasti bingung kok bisa ya. Tapi apabila kita dihadapkan oleh fakta mencari pekerjaan cepat, pasti yang penting dapat kerja dulu urusan beda sama jurusan ga masalah. Yang penting ada pemasukan untuk dapur mengepul. Pasti kebanyakan semua sama seperti itu. Terus apa itu penyebabnya. Ini pengalamanku sebagai pelajar selama bertahun tahun dan itu masa kelam juga sebenarnya semoga ga ada yang meniru saja..

Tak Peduli Terhadap Proses

Lanjut lebih dalam lagi di masalah pendidikan, atau bangku kuliah. Pelajar lebih mementingkan mendapatkan nilai semata dari pada kapasitas yang ada di dalam diri mereka sendiri. Mereka lebih suka mendapat pujian orang lain, mengenai keberhasilannya mencapai nilai bagus ( Cuma nilai diatas kertas ditanyain mah tetep pah poh) . Daripada kerja keras mereka. Padahal hal yang paling pokok mengenai belajar menurut saya adalah belajar menghormati proses. Proses itu jauh lebih penting. Karena di dalam proses itu kita sedang ditempa dan sedang di rubah pola pikir kita, cara pikir kita, sudut pandang kita. Padahal nilai di atas kertas itu cuma sampah kalau anda tidak bisa membuktikannya. Banyak orang berusaha mendapatkan satu kertas yang berisi tanda tangan kepala instansi dan di cap di instansi yang borjouis.

Terus buat apa apabila kalian sudah dapat itu semua. Toh nyatanya apabila kalian kerja. Mayoritas pasti ada tesnya, atau paling tidak kalian magang dan dilihat dari cara bekerja kalian terhadap pola kerja perusahaan. Attitude, koneksi, keberuntungan malah kadang berperan lebih dalam mencari kerjaan terkadang dari pada nilai kertas yang anda banggakan. Itu cuma filter awal.

Menganggap Penilaian Orang Lain Itu Segalanya

Kalian percaya tidak setiap orang diberi kelebihan serta kekurangan masing-masing ?? Itu seharusnya begitu. Tapi banyak orang yang kurang percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri. Mereka berfikir kesuksesan itu seperti apa penilaian orang lain. OH tidak. Kalian punya jalur kalian sendiri untuk sukses. Penilaian orang lain itu kalau bisa cuman jadi pertimbangan saja. Jangan ditelan mentah-mentah. Dulu di bangku sekolah saya sendiri berfikir dia jago ya matematika, pasti sukses nantinya. Maka saya ingin jago matematika tapi tidak belajar eh malah cari pembenaran dengan nyontek pas ujian. Wah itu sekarang jadi batunya mungkin pas kuliah jadi kesusahan matematika HEHEHEHE….

Tekanan dari Keluarga

Keluarga adalah pendidikan pertama dari anak. Anak pasti sebelum dia mengenal dunia luar, pastinya mereka mengenal namanya didik oleh keluarga mereka. Didikan dari keluarga itu apabila benar maka anak akan lebih mengerti arti tanggung jawab dan arti kapasitas diri, kejujuran, dsb .Kejujuran yang ditanamkan oleh orang tua mereka akan menjadi pendidikan baik untuk anak mereka di kemudian hari. Itu point penting dari pendidikan di keluarga. Apabila tekanan itu baik maka anak akan dilatih untuk hal-hal baik tersebut alih-alih cuma mendapatkan nilai dari gurunya.

Tapi apa maksud tekanan dari keluarga. Tekanan disini apabila anak diberi target terus menerus tanpa melihat kerja keras anak tersebut. Atau keinginan anak tersebut dan apa kemampuan anak tersebut. Jadi teringat film 3 idiot apabila cewek dokter cowok insinyur. Yakali pak. Dari tekanan yang berasal dari keluarga tersebut ada alternatif lain yaitu mencontek hasil kerja orang lain maka anak tersebut jadi tidak memiliki kapasitas dan akhirnya menjadi pesimis. Mereka tidak siap menghadapi dunia. Tidak semua anak itu sama, dan itu bodoh apabila parameter anak ikan adalah dengan memanjat. Ya harusnya apabila menurut saya tanamkan point-point kebaikan.

Jadi intinya untuk apa kalian dapat nilai 100 di ijazah. Kalian dapat nilai 1000 apabila kalian tidak memberi manfaat untuk orang lain. Tetep aja nilai kalian itu sampah. Kalian menjadi pengemis dan tetap menjadi beban orang lain. Terlebih lagi orang tua kalian apabila kalian sudah siap kerja tapi masih gantung orang tua….

Berbeda jika kapasitas yang ada di diri anda mumpuni. Anda sudah siap memanen, anda bisa melakukan apapun impian anda dikejar. Dan kemungkinan bahagia itu pun ada. Untuk apa anda senang tapi di atas kebahagiaan orang lain…

INI TEORI KONYOL M.A. Protes silahkan ada kolom komentar. Semoga senang yaa dengan penjabaran gila ini. BYE BYE

Belajar Manajemen Keuangan dari Buku Rich Dad Poor Dad Karya Robert T Kiyosaki

Kekayaan adalah mutlak keinginan sebagian besar umat manusia. Rumah mewah mobil besar, mobil sport, pulau pribadi, semua itu pasti sebagian dari keinginan-keinginan itu. Tapi apa anda sudah benar bagaimana mengelola keuangan dengan benar ? Padahal mengelola keuangan pribadi dengan benar pun bisa menjadi ujung tombak mendapatkan keuangan. Kalau belum sudah tepat anda mampir di blog ini.

Rich Dad Poor Dad. Buku karya Robert T Kiyosaki. Jika anda tahu buku ini di terbitkan tahun 1997 dan telah terjual 32 juta lebih di seluruh dunia.

RDPD

Setelah tahu bukunya kita cari tahu dulu siapa itu Robert T Kiyosaki. Robert T Kiyosaki adalah pengusaha, penulis , investor dari Amerika Serikat yang telah membuat gebrakan di dunia keuangan. Gebrakan tersebut yaitu buku Rich Dad, Poor Dad dan beberapa buku turunannya. Itu telah menjadi panduan keuangan untuk belajar melek secara finansial. Robert Kiyosaki sekarang memiliki kekayaan sekitar 80 Million US$. Dari kekayaan tersebut apabila kita belikan cendol bisa untuk membuat danau cendol kali ya. Robert juga pernah menjadi marinir dan juga bekerja menghidupi dirinya sendiri menjadi sales fotocopy xerox.

Dasar dari yang ditekankan Kiyosaki adalah Melek Secara Finansial. Mengapa itu perlu. Keuangan itu adalah dasar dari suatu manusia untuk mendapatkan kehidupannya. Karena siapa yang bisa hidup di dunia ini tanpa uang coba?? Kecuali anda hidup di penjara atau panti sosial itu beda cerita. Namun di sisi lain orang malah menjadi tabu ketika belajar masalah keuangan. Ngapain sih uang di atur sedemikian itu? Pelit banget sepertinya. “Bro…. lebih jahat mana jika gua ga punya uang terus minta uang saku ke lu tiap hari? “. Nahh. Poinnya bukan kita yang pelit, tapi kita juga harus peduli terhadap masa depan kita sendiri.

Robert menjelaskan di buku tersebut ada 4 kuadran manusia yang kemungkinan dia akan mendapatkan uang secara garis besar.

  1. Kuadran E (Employee) atau pekerja. Di kuadran ini orang mendapatkan uangnya secara dia bekerja  terhadap suatu perusahaan. Kemudian dia dibayar secara perjam per minggu, perbulan. Apabila orang ini berhenti bekerja maka orang ini tidak mendapatkan pundi-pundi uang  yang masuk ke dalam dirinya.
  2. Kuadran S (Self-Employee) pekerja mandiri. Di tipe kuadran ini dia lebih mahir menghasilkan uang dari pada yang di kuadran S. Kebanyakan juga mendapatkan uang lebih banyak juga. Karena dia menawarkan pekerjaan dan itu menjadi sesuatu yang lebih profesional dari pekerja. Contoh yaitu dokter, arsitek, pemilik toko. Tapi dia masih harus bekerja juga supaya apa yang dia punya menghasilkan uang.
  3. Kuadran B (Bussiness) pemilik usaha. Yang dimaksud robert disini bukan hanya cuma pemilik usaha yang seperti restoran di pinggir jalan, warung makan, ataupun jual cendol gitu. Tapi pemilik bisnis korporasi atau bisnis-bisnis yang sudah auto pilot. Jadi tanpa kehadiran kita pun bisnisnya sudah jalan dengan mudah. Jadi kita punya sistem yang sudah bergerak secara mandiri.
  4. Kuadran I (Investor). Orang-orang yang mempunyai investasi dimana-mana sehingga dirinya tidak perlu lagi memikirkan uang. Dan ini kemungkinan bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak perlu menunggu kita untuk kaya. Bahkan dengan dana 50 Ribu bisa untuk membeli reksa-dana. Jadi kita mempunyai uang-uang yang bekerja untuk kita.

Di kuadran B dan I inilah kemungkinan orang bisa menjadi sukses dan bebas secara keuangan. Karena uang sudah datang dengan sendirinya tanpa dia hadir pun dalam bisnis mereka. Mereka liburan di Bali dan Eropa pun datang duitnya ga usah mikir broo.

Di buku ini Robert Kiyosaki mendorong kita untuk melek secara finansial. Bukan kita harus memiliki usaha yang berjenis korporasi atau sistematis seperti itu. Melainkan coba kita memulai menjadi investor dan itu sangat berguna untuk kehidupan anda di masa depan. Yang terpenting bukan berapa uang yang anda hasilkan, tapi berapa uang yang anda simpan, setelah itu di investasikan. Jadi alih-alih kita mencoba membuat uang sebanyak mungkin tapi kalau di akhirnya uang itu untuk beli sesuatu yang konsumtif. Lalu itu buat apa maka dari itu dia mengenalkan untuk mengetahui apa itu asset dan liability. 

Asset adalah sesuatu yang menghasilkan uang untuk dompet. Dan itu bisa jadi banyak hal. Aset itu banyak macamnya seperti kos-kosan, saham, reksa dana, obligasi. Rumah yang menghasilkan duit sewa perbulan juga aset. Mobil yang disewakan juga menjadi aset.

Liability adalah sesuatu yang mengeluarkan duit dari kantong anda. Seperti rumah yang kita tinggali mobil yang kita pakai. Semua itu menjadi liabilitas yang harus anda keluarkan uang setiap bulan untuk mengurus hal itu Maka dari itu kurangi aset-aset anda dahulu sekarang

aset liability

Gambar diatas adalah contoh bagaimana perbedaan orang kaya raya dan middle class dalam hal keuangan. Mereka para orang kaya mempunyai pendapatan dari manapun (multiple source) . Meskipun dia juga memiliki pengeluaran yang mungkin lebih besar dari kaum menengah tapi ya jauh lebih besar aset-aset yang akan membiayai pengeluaran mereka. Kelas menengah hanya mempunyai satu dan biasanya itu gaji. Mereka kadang kesusahan jika mau diajak untuk naik kelas menjadi orang kaya.

Jadi untuk menjadi kaya jalan satu-satunya bukan hanya dari bisnis saja, apabila anda membuka daftar orang terkaya orang di dunia. Akan muncul Warren Buffet. Dia yang menjadi orang kaya dan dia tidak mempunyai usaha, tapi dia yang menjadi investor dari beberapa perusahaan besar. Dia kaya berdasarkan investasi. Investasi itu sangat berguna untuk kehidupan anda. Jadi mulailah aturlah keuangan sendiri. Belajar investasi sedikit demi sedikit. Jadi jangan koleksi barang barang mewah. Lebih baik koleksi-koleksi aset-aset yang memungkinkan menjadikan pemasukan untuk anda.

Kapan kapan akan saya share investasi yang memungkinkan dilakukan di era zaman now. Oke ini ilmu atau teori akan tetap jadi teori jika anda tidak melaksanakan atau mencoba. Silahkan share apabila bermanfaat terima kasih..  CIAAOOO

Apakah Media Sosial Membuat Kita Kurang Percaya Diri ?

Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan manusia. Pengaruh teknologi pun membuat nilai, gaya hidup, parameter, kebutuhan hidup berubah sangat derastis. Demikian adanya sosial media dalam kehidupan kita. Sosial Media menjadikan hidup kita lebih mudah berkomunikasi lebih mudah bercanda dan tertawa pun lebih mudah. Liat akun publik di sosial media pun menjadikan hidup kita lebih informatif dan lebih  inovatif. Peran sosial media saat ini menjadi ujung tombak dari perusahaan raksasa untuk melakukan riset , perusahaan kecil menjadikan tombak pemasaran dan para orang kaya baru bermunculan karena dampak adanya sosial media. Sensasi adanya sosial media juga berdampak pada orang-orang menemukan teman teman lama yang telah hilang. Indahnya hidup katanya orang. Anak muda menemukan tempat dimana dia bergaya serta membagikan kehidupan kehidupan pribadi mereka.

Apakah sosial media ini hanya membawa dampak positiv? Jelas tidak. Sosial media membuat kita ketagihan dan itu akan membuat kita ingin tahu apa yang terus menerus terjadi di dunia. Kita geser satu informasi muncul informasi selanjutnya muncul lagi informasi selanjutnya di sekitar kita. Apa yang terjadi di kehidupan kita lingkungan kita teman seperguruan kita, sahabat kecil kita. Kita tahu semua itu dalam sekejap. Apa informasi tersebut penting bagi kehidupan kita untuk menjadi lebih baik? Tidak sepertinya. Berlebihan informasi membuat kita berasumsi yang aneh-aneh dan itu menjadikan kita lupa bahwa kita sendiri memiliki kehidupan kita sendiri. Terus di sisi lain apabila seseorang tidak cocok dengan anda. Terus anda mengomentari kehidupan orang lain dan itu menjadikan hidup anda tidak produktif.  Betul ga sih?

Halah Teori. wakakaka. Ya emang sih. Tak kasih contoh lah.
Ada si B lagi liburan sama pacarnya. Dia liburan di luar negeri. Terus kita menghasilkan asumsi-asumsi lain. Mengapa sih dia pergi sama itu. Kok mau sih dia pergi sama pacarnya, bego banget sih dia. Dia itu cuma di manfaatin sama pacarnya. Padahal kalau kita tarik garis besarnya. Jika kalian ga mendapat informasi tersebut , apa yang terjadi? ya sudah. Ga peduli kan.  Soalnya kalian ga mengerti detail atau apa yang terjadi sama si B. Dan biasanya asumsi baik terbentuk sendiri. Apa yang terjadi jika semua teman anda update sesuatu. Terus anda di rumah berkomentar dan grundel sendiri ga jelas..Dan anda cuma di rumah geser-geser sosial media tanpa adanya perbaikan kehidupan kalian sendiri. Mana yang lebih bahagia? Kalau aku sih mending sosialisasi ketemu kolega , sahabat, konco terus ngopi atau makan dimana itu sosialisasi lebih baik, dari pada di media sosial menjadi penonton. Hidup sekali coy, nikmati dan jadilan aktor terbaik di dalamnya.

Sisi lain kita sering minder juga sama pencapaian orang lain. Temen kita wisuda nih. Kita kapan? si A punya mobil nih… Wah temen diangkat jadi direktur.. Gila si C udah punya usaha skala nasional. Wah si D menjadi orang nih.  Lah emang dulunya sapi bro?
mmm kaga juga sih. Maksudnya orang berguna gitu loh.

Pernahkah kalian berfikir semua orang cuma ingin membagikan hal-hal bahagia dari hidup mereka. Jarang dari mereka yang membagikan hal-hal seperti dia menangis dia lagi menderita, tekanan ekonomi. Pasti yang ingin dibagikan sesuatu yang bahagia. Naasnya ketika teman kita bahagia dan lagi di  kehidupannya berada di atas, bisa dibilang gitu. Kita lagi dibawah lagi menderita kita akan menjadi baper dan efeknya menyalahkan keadaan. Itu kebanyakan terjadi.

Apa efeknya, kita jadi kurang percaya diri terhadap diri kita sendiri. Kita berfikir wah hidup dia enak ya. Abis gini dapet itu abis itu langsung dapat kerjaan. Langsung nikah. Lah kalian tau cuma depannya doang bro. Ibarat rumah kita, ya yang di tampilin depannya atau yang versi bagus menurut dia. Masa di tampilin pas versi jeleknya. Dapurnya ya masa difoto pas rumah berantakan atau pas piring lagi pecah. Wah bisa dikomentarin netizen yang budiman.

Efek ini terjadi secara tidak sadar, dan kita terus mengulanginya sampai satu tahun dua tahun. Pernah ga sih kalian coba lihat history dari penggunaan baterai smartphone anda. Berapa persen yang habis untuk membuka browser sosial media. Bisa dihitung udah berapa tahun anda pakai itu media sosial. Dah hitung dah bisa itu berapa jam waktu anda terbuang kan? hehehe . Hidup kita sia-sia demi berkomentar terhadap hidup orang lain. dan kita masih jalan di tempat. Dan muncul akhirnya rasa tidak percaya diri pada hidup sendiri. Rasa tidak percaya sendiri semakin muncul lagi semakin kuat apabila kita semakin tau banyak temen sukses yang lebihin kita bahkan yang dulunya lebih bego dari kita. Tapi kita sendiri tetap jalan di tempat yang sama bahkan dengn pencapaian yang sama tanpa gebrakan – gebrakan baru. Kepercayaan diri kita semakin tidak ada dan akhirnya hilang. Akhirnya keadaan pun disalahkan seperti ya dia punya orang tua kaya raya, dia punya nama coy, ya bapaknya pejabat gampang lah gitu. Alasan itu muncul demi pembenaran.

Alasan-alasan itu akan selalu muncul dan muncul terus menerus. Terus kita mulai menyadari bahwa kenapa sih kita ga seperti dia. Otak kita jadi buntu, kita terbiasa hidup mudah karena melihat semua orang mencapai kesuksesan dengan mudah. Kreativitas pun hilang. Padahal kita juga tau bahwa sejarah juga mencatat banyak orang hebat yang lahir dari keterbatasan. Kita terbelenggu pemikiran instan yang mana minta semua jadi instan dan serba cepat. Itu tidak bisa bro. Nikmati aja prosesnya. Emang begitu jalannya.

Saya menekankan, batasi penggunaan sosial media anda kalau bisa hapus ya silahkan, saya ga menyarankan tapi. Jalani kehidupan anda dengan indah. Perbanyak sosialisasi dan berteman di dunia nyata. Itu akan membuka pemikiran anda serta anda dapat merasakan manfaat yang nyata dan secara langsung. Bukan hanya cuma dibalik layar HP pintar. Kepercayaan diri anda juga tidak akan terkikis. Manfaatkan waktu yang ada. Mempunyai informasi banyak bukan berarti kita pintar. Mengelola informasi yang masuk itu yang lebih penting dari pada mempunyai banyak informasi dan ingat !!! ga semua informasi itu penting bagi hidup anda. Ya kali informasi seperti, hari ini anjing temen bos ane makan babi guling.  Ya kalau lu mau deketin bos lu ya guna. Guna buat gombalin doi. Kalo lu ga ada urusan ya hidup lu kebuang percuma untuk menonton kehidupan sosial media. Heehe. Semenit lagi dia di update anjingnya makan babi guling di instagram. Hidup gw kebuang semenit.

Terakhir teori ini teori kalau anda tidak action. Ileng yo le, urip iku sawang sinawang. Ojo meri lan ojo dumeh. Kabeh duwe kangelan e dewe-dewe.

Salam Sukses dari Halle