Kapasitas atau Nilai di Atas Kertas

60% lebih orang Indonesia bekerja tidak sesuai jurusan. Hmmm fakta yang sangat mencengangkan. Itu data saya ambil dari beberapa headline portal berita online Indonesia.

Itu kapasitas mereka yang berlebihan sehingga mereka mengambil sesuatu di luar kapasitasnya. Atau nilai mereka yang cuma di atas kertas sehingga menerima pekerjaan yang bukan jurusan mereka, hmmm ya saya kadang heran. Ada juga fakta lulusan komputer tapi tidak bisa menggunakan komputer. Lulusan pertanian jadi pegawai bank. Lulusan sosiologi jadi bidan. Ehm yang terakhir ga mungkin kayaknya. Banyak sederet fakta yang terjadi di Indonesia dan kita sebagai manusia pasti bingung kok bisa ya. Tapi apabila kita dihadapkan oleh fakta mencari pekerjaan cepat, pasti yang penting dapat kerja dulu urusan beda sama jurusan ga masalah. Yang penting ada pemasukan untuk dapur mengepul. Pasti kebanyakan semua sama seperti itu. Terus apa itu penyebabnya. Ini pengalamanku sebagai pelajar selama bertahun tahun dan itu masa kelam juga sebenarnya semoga ga ada yang meniru saja..

Tak Peduli Terhadap Proses

Lanjut lebih dalam lagi di masalah pendidikan, atau bangku kuliah. Pelajar lebih mementingkan mendapatkan nilai semata dari pada kapasitas yang ada di dalam diri mereka sendiri. Mereka lebih suka mendapat pujian orang lain, mengenai keberhasilannya mencapai nilai bagus ( Cuma nilai diatas kertas ditanyain mah tetep pah poh) . Daripada kerja keras mereka. Padahal hal yang paling pokok mengenai belajar menurut saya adalah belajar menghormati proses. Proses itu jauh lebih penting. Karena di dalam proses itu kita sedang ditempa dan sedang di rubah pola pikir kita, cara pikir kita, sudut pandang kita. Padahal nilai di atas kertas itu cuma sampah kalau anda tidak bisa membuktikannya. Banyak orang berusaha mendapatkan satu kertas yang berisi tanda tangan kepala instansi dan di cap di instansi yang borjouis.

Terus buat apa apabila kalian sudah dapat itu semua. Toh nyatanya apabila kalian kerja. Mayoritas pasti ada tesnya, atau paling tidak kalian magang dan dilihat dari cara bekerja kalian terhadap pola kerja perusahaan. Attitude, koneksi, keberuntungan malah kadang berperan lebih dalam mencari kerjaan terkadang dari pada nilai kertas yang anda banggakan. Itu cuma filter awal.

Menganggap Penilaian Orang Lain Itu Segalanya

Kalian percaya tidak setiap orang diberi kelebihan serta kekurangan masing-masing ?? Itu seharusnya begitu. Tapi banyak orang yang kurang percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri. Mereka berfikir kesuksesan itu seperti apa penilaian orang lain. OH tidak. Kalian punya jalur kalian sendiri untuk sukses. Penilaian orang lain itu kalau bisa cuman jadi pertimbangan saja. Jangan ditelan mentah-mentah. Dulu di bangku sekolah saya sendiri berfikir dia jago ya matematika, pasti sukses nantinya. Maka saya ingin jago matematika tapi tidak belajar eh malah cari pembenaran dengan nyontek pas ujian. Wah itu sekarang jadi batunya mungkin pas kuliah jadi kesusahan matematika HEHEHEHE….

Tekanan dari Keluarga

Keluarga adalah pendidikan pertama dari anak. Anak pasti sebelum dia mengenal dunia luar, pastinya mereka mengenal namanya didik oleh keluarga mereka. Didikan dari keluarga itu apabila benar maka anak akan lebih mengerti arti tanggung jawab dan arti kapasitas diri, kejujuran, dsb .Kejujuran yang ditanamkan oleh orang tua mereka akan menjadi pendidikan baik untuk anak mereka di kemudian hari. Itu point penting dari pendidikan di keluarga. Apabila tekanan itu baik maka anak akan dilatih untuk hal-hal baik tersebut alih-alih cuma mendapatkan nilai dari gurunya.

Tapi apa maksud tekanan dari keluarga. Tekanan disini apabila anak diberi target terus menerus tanpa melihat kerja keras anak tersebut. Atau keinginan anak tersebut dan apa kemampuan anak tersebut. Jadi teringat film 3 idiot apabila cewek dokter cowok insinyur. Yakali pak. Dari tekanan yang berasal dari keluarga tersebut ada alternatif lain yaitu mencontek hasil kerja orang lain maka anak tersebut jadi tidak memiliki kapasitas dan akhirnya menjadi pesimis. Mereka tidak siap menghadapi dunia. Tidak semua anak itu sama, dan itu bodoh apabila parameter anak ikan adalah dengan memanjat. Ya harusnya apabila menurut saya tanamkan point-point kebaikan.

Jadi intinya untuk apa kalian dapat nilai 100 di ijazah. Kalian dapat nilai 1000 apabila kalian tidak memberi manfaat untuk orang lain. Tetep aja nilai kalian itu sampah. Kalian menjadi pengemis dan tetap menjadi beban orang lain. Terlebih lagi orang tua kalian apabila kalian sudah siap kerja tapi masih gantung orang tua….

Berbeda jika kapasitas yang ada di diri anda mumpuni. Anda sudah siap memanen, anda bisa melakukan apapun impian anda dikejar. Dan kemungkinan bahagia itu pun ada. Untuk apa anda senang tapi di atas kebahagiaan orang lain…

INI TEORI KONYOL M.A. Protes silahkan ada kolom komentar. Semoga senang yaa dengan penjabaran gila ini. BYE BYE

Belajar Manajemen Keuangan dari Buku Rich Dad Poor Dad Karya Robert T Kiyosaki

Kekayaan adalah mutlak keinginan sebagian besar umat manusia. Rumah mewah mobil besar, mobil sport, pulau pribadi, semua itu pasti sebagian dari keinginan-keinginan itu. Tapi apa anda sudah benar bagaimana mengelola keuangan dengan benar ? Padahal mengelola keuangan pribadi dengan benar pun bisa menjadi ujung tombak mendapatkan keuangan. Kalau belum sudah tepat anda mampir di blog ini.

Rich Dad Poor Dad. Buku karya Robert T Kiyosaki. Jika anda tahu buku ini di terbitkan tahun 1997 dan telah terjual 32 juta lebih di seluruh dunia.

RDPD

Setelah tahu bukunya kita cari tahu dulu siapa itu Robert T Kiyosaki. Robert T Kiyosaki adalah pengusaha, penulis , investor dari Amerika Serikat yang telah membuat gebrakan di dunia keuangan. Gebrakan tersebut yaitu buku Rich Dad, Poor Dad dan beberapa buku turunannya. Itu telah menjadi panduan keuangan untuk belajar melek secara finansial. Robert Kiyosaki sekarang memiliki kekayaan sekitar 80 Million US$. Dari kekayaan tersebut apabila kita belikan cendol bisa untuk membuat danau cendol kali ya. Robert juga pernah menjadi marinir dan juga bekerja menghidupi dirinya sendiri menjadi sales fotocopy xerox.

Dasar dari yang ditekankan Kiyosaki adalah Melek Secara Finansial. Mengapa itu perlu. Keuangan itu adalah dasar dari suatu manusia untuk mendapatkan kehidupannya. Karena siapa yang bisa hidup di dunia ini tanpa uang coba?? Kecuali anda hidup di penjara atau panti sosial itu beda cerita. Namun di sisi lain orang malah menjadi tabu ketika belajar masalah keuangan. Ngapain sih uang di atur sedemikian itu? Pelit banget sepertinya. “Bro…. lebih jahat mana jika gua ga punya uang terus minta uang saku ke lu tiap hari? “. Nahh. Poinnya bukan kita yang pelit, tapi kita juga harus peduli terhadap masa depan kita sendiri.

Robert menjelaskan di buku tersebut ada 4 kuadran manusia yang kemungkinan dia akan mendapatkan uang secara garis besar.

  1. Kuadran E (Employee) atau pekerja. Di kuadran ini orang mendapatkan uangnya secara dia bekerja  terhadap suatu perusahaan. Kemudian dia dibayar secara perjam per minggu, perbulan. Apabila orang ini berhenti bekerja maka orang ini tidak mendapatkan pundi-pundi uang  yang masuk ke dalam dirinya.
  2. Kuadran S (Self-Employee) pekerja mandiri. Di tipe kuadran ini dia lebih mahir menghasilkan uang dari pada yang di kuadran S. Kebanyakan juga mendapatkan uang lebih banyak juga. Karena dia menawarkan pekerjaan dan itu menjadi sesuatu yang lebih profesional dari pekerja. Contoh yaitu dokter, arsitek, pemilik toko. Tapi dia masih harus bekerja juga supaya apa yang dia punya menghasilkan uang.
  3. Kuadran B (Bussiness) pemilik usaha. Yang dimaksud robert disini bukan hanya cuma pemilik usaha yang seperti restoran di pinggir jalan, warung makan, ataupun jual cendol gitu. Tapi pemilik bisnis korporasi atau bisnis-bisnis yang sudah auto pilot. Jadi tanpa kehadiran kita pun bisnisnya sudah jalan dengan mudah. Jadi kita punya sistem yang sudah bergerak secara mandiri.
  4. Kuadran I (Investor). Orang-orang yang mempunyai investasi dimana-mana sehingga dirinya tidak perlu lagi memikirkan uang. Dan ini kemungkinan bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak perlu menunggu kita untuk kaya. Bahkan dengan dana 50 Ribu bisa untuk membeli reksa-dana. Jadi kita mempunyai uang-uang yang bekerja untuk kita.

Di kuadran B dan I inilah kemungkinan orang bisa menjadi sukses dan bebas secara keuangan. Karena uang sudah datang dengan sendirinya tanpa dia hadir pun dalam bisnis mereka. Mereka liburan di Bali dan Eropa pun datang duitnya ga usah mikir broo.

Di buku ini Robert Kiyosaki mendorong kita untuk melek secara finansial. Bukan kita harus memiliki usaha yang berjenis korporasi atau sistematis seperti itu. Melainkan coba kita memulai menjadi investor dan itu sangat berguna untuk kehidupan anda di masa depan. Yang terpenting bukan berapa uang yang anda hasilkan, tapi berapa uang yang anda simpan, setelah itu di investasikan. Jadi alih-alih kita mencoba membuat uang sebanyak mungkin tapi kalau di akhirnya uang itu untuk beli sesuatu yang konsumtif. Lalu itu buat apa maka dari itu dia mengenalkan untuk mengetahui apa itu asset dan liability. 

Asset adalah sesuatu yang menghasilkan uang untuk dompet. Dan itu bisa jadi banyak hal. Aset itu banyak macamnya seperti kos-kosan, saham, reksa dana, obligasi. Rumah yang menghasilkan duit sewa perbulan juga aset. Mobil yang disewakan juga menjadi aset.

Liability adalah sesuatu yang mengeluarkan duit dari kantong anda. Seperti rumah yang kita tinggali mobil yang kita pakai. Semua itu menjadi liabilitas yang harus anda keluarkan uang setiap bulan untuk mengurus hal itu Maka dari itu kurangi aset-aset anda dahulu sekarang

aset liability

Gambar diatas adalah contoh bagaimana perbedaan orang kaya raya dan middle class dalam hal keuangan. Mereka para orang kaya mempunyai pendapatan dari manapun (multiple source) . Meskipun dia juga memiliki pengeluaran yang mungkin lebih besar dari kaum menengah tapi ya jauh lebih besar aset-aset yang akan membiayai pengeluaran mereka. Kelas menengah hanya mempunyai satu dan biasanya itu gaji. Mereka kadang kesusahan jika mau diajak untuk naik kelas menjadi orang kaya.

Jadi untuk menjadi kaya jalan satu-satunya bukan hanya dari bisnis saja, apabila anda membuka daftar orang terkaya orang di dunia. Akan muncul Warren Buffet. Dia yang menjadi orang kaya dan dia tidak mempunyai usaha, tapi dia yang menjadi investor dari beberapa perusahaan besar. Dia kaya berdasarkan investasi. Investasi itu sangat berguna untuk kehidupan anda. Jadi mulailah aturlah keuangan sendiri. Belajar investasi sedikit demi sedikit. Jadi jangan koleksi barang barang mewah. Lebih baik koleksi-koleksi aset-aset yang memungkinkan menjadikan pemasukan untuk anda.

Kapan kapan akan saya share investasi yang memungkinkan dilakukan di era zaman now. Oke ini ilmu atau teori akan tetap jadi teori jika anda tidak melaksanakan atau mencoba. Silahkan share apabila bermanfaat terima kasih..  CIAAOOO

Apakah Media Sosial Membuat Kita Kurang Percaya Diri ?

Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan manusia. Pengaruh teknologi pun membuat nilai, gaya hidup, parameter, kebutuhan hidup berubah sangat derastis. Demikian adanya sosial media dalam kehidupan kita. Sosial Media menjadikan hidup kita lebih mudah berkomunikasi lebih mudah bercanda dan tertawa pun lebih mudah. Liat akun publik di sosial media pun menjadikan hidup kita lebih informatif dan lebih  inovatif. Peran sosial media saat ini menjadi ujung tombak dari perusahaan raksasa untuk melakukan riset , perusahaan kecil menjadikan tombak pemasaran dan para orang kaya baru bermunculan karena dampak adanya sosial media. Sensasi adanya sosial media juga berdampak pada orang-orang menemukan teman teman lama yang telah hilang. Indahnya hidup katanya orang. Anak muda menemukan tempat dimana dia bergaya serta membagikan kehidupan kehidupan pribadi mereka.

Apakah sosial media ini hanya membawa dampak positiv? Jelas tidak. Sosial media membuat kita ketagihan dan itu akan membuat kita ingin tahu apa yang terus menerus terjadi di dunia. Kita geser satu informasi muncul informasi selanjutnya muncul lagi informasi selanjutnya di sekitar kita. Apa yang terjadi di kehidupan kita lingkungan kita teman seperguruan kita, sahabat kecil kita. Kita tahu semua itu dalam sekejap. Apa informasi tersebut penting bagi kehidupan kita untuk menjadi lebih baik? Tidak sepertinya. Berlebihan informasi membuat kita berasumsi yang aneh-aneh dan itu menjadikan kita lupa bahwa kita sendiri memiliki kehidupan kita sendiri. Terus di sisi lain apabila seseorang tidak cocok dengan anda. Terus anda mengomentari kehidupan orang lain dan itu menjadikan hidup anda tidak produktif.  Betul ga sih?

Halah Teori. wakakaka. Ya emang sih. Tak kasih contoh lah.
Ada si B lagi liburan sama pacarnya. Dia liburan di luar negeri. Terus kita menghasilkan asumsi-asumsi lain. Mengapa sih dia pergi sama itu. Kok mau sih dia pergi sama pacarnya, bego banget sih dia. Dia itu cuma di manfaatin sama pacarnya. Padahal kalau kita tarik garis besarnya. Jika kalian ga mendapat informasi tersebut , apa yang terjadi? ya sudah. Ga peduli kan.  Soalnya kalian ga mengerti detail atau apa yang terjadi sama si B. Dan biasanya asumsi baik terbentuk sendiri. Apa yang terjadi jika semua teman anda update sesuatu. Terus anda di rumah berkomentar dan grundel sendiri ga jelas..Dan anda cuma di rumah geser-geser sosial media tanpa adanya perbaikan kehidupan kalian sendiri. Mana yang lebih bahagia? Kalau aku sih mending sosialisasi ketemu kolega , sahabat, konco terus ngopi atau makan dimana itu sosialisasi lebih baik, dari pada di media sosial menjadi penonton. Hidup sekali coy, nikmati dan jadilan aktor terbaik di dalamnya.

Sisi lain kita sering minder juga sama pencapaian orang lain. Temen kita wisuda nih. Kita kapan? si A punya mobil nih… Wah temen diangkat jadi direktur.. Gila si C udah punya usaha skala nasional. Wah si D menjadi orang nih.  Lah emang dulunya sapi bro?
mmm kaga juga sih. Maksudnya orang berguna gitu loh.

Pernahkah kalian berfikir semua orang cuma ingin membagikan hal-hal bahagia dari hidup mereka. Jarang dari mereka yang membagikan hal-hal seperti dia menangis dia lagi menderita, tekanan ekonomi. Pasti yang ingin dibagikan sesuatu yang bahagia. Naasnya ketika teman kita bahagia dan lagi di  kehidupannya berada di atas, bisa dibilang gitu. Kita lagi dibawah lagi menderita kita akan menjadi baper dan efeknya menyalahkan keadaan. Itu kebanyakan terjadi.

Apa efeknya, kita jadi kurang percaya diri terhadap diri kita sendiri. Kita berfikir wah hidup dia enak ya. Abis gini dapet itu abis itu langsung dapat kerjaan. Langsung nikah. Lah kalian tau cuma depannya doang bro. Ibarat rumah kita, ya yang di tampilin depannya atau yang versi bagus menurut dia. Masa di tampilin pas versi jeleknya. Dapurnya ya masa difoto pas rumah berantakan atau pas piring lagi pecah. Wah bisa dikomentarin netizen yang budiman.

Efek ini terjadi secara tidak sadar, dan kita terus mengulanginya sampai satu tahun dua tahun. Pernah ga sih kalian coba lihat history dari penggunaan baterai smartphone anda. Berapa persen yang habis untuk membuka browser sosial media. Bisa dihitung udah berapa tahun anda pakai itu media sosial. Dah hitung dah bisa itu berapa jam waktu anda terbuang kan? hehehe . Hidup kita sia-sia demi berkomentar terhadap hidup orang lain. dan kita masih jalan di tempat. Dan muncul akhirnya rasa tidak percaya diri pada hidup sendiri. Rasa tidak percaya sendiri semakin muncul lagi semakin kuat apabila kita semakin tau banyak temen sukses yang lebihin kita bahkan yang dulunya lebih bego dari kita. Tapi kita sendiri tetap jalan di tempat yang sama bahkan dengn pencapaian yang sama tanpa gebrakan – gebrakan baru. Kepercayaan diri kita semakin tidak ada dan akhirnya hilang. Akhirnya keadaan pun disalahkan seperti ya dia punya orang tua kaya raya, dia punya nama coy, ya bapaknya pejabat gampang lah gitu. Alasan itu muncul demi pembenaran.

Alasan-alasan itu akan selalu muncul dan muncul terus menerus. Terus kita mulai menyadari bahwa kenapa sih kita ga seperti dia. Otak kita jadi buntu, kita terbiasa hidup mudah karena melihat semua orang mencapai kesuksesan dengan mudah. Kreativitas pun hilang. Padahal kita juga tau bahwa sejarah juga mencatat banyak orang hebat yang lahir dari keterbatasan. Kita terbelenggu pemikiran instan yang mana minta semua jadi instan dan serba cepat. Itu tidak bisa bro. Nikmati aja prosesnya. Emang begitu jalannya.

Saya menekankan, batasi penggunaan sosial media anda kalau bisa hapus ya silahkan, saya ga menyarankan tapi. Jalani kehidupan anda dengan indah. Perbanyak sosialisasi dan berteman di dunia nyata. Itu akan membuka pemikiran anda serta anda dapat merasakan manfaat yang nyata dan secara langsung. Bukan hanya cuma dibalik layar HP pintar. Kepercayaan diri anda juga tidak akan terkikis. Manfaatkan waktu yang ada. Mempunyai informasi banyak bukan berarti kita pintar. Mengelola informasi yang masuk itu yang lebih penting dari pada mempunyai banyak informasi dan ingat !!! ga semua informasi itu penting bagi hidup anda. Ya kali informasi seperti, hari ini anjing temen bos ane makan babi guling.  Ya kalau lu mau deketin bos lu ya guna. Guna buat gombalin doi. Kalo lu ga ada urusan ya hidup lu kebuang percuma untuk menonton kehidupan sosial media. Heehe. Semenit lagi dia di update anjingnya makan babi guling di instagram. Hidup gw kebuang semenit.

Terakhir teori ini teori kalau anda tidak action. Ileng yo le, urip iku sawang sinawang. Ojo meri lan ojo dumeh. Kabeh duwe kangelan e dewe-dewe.

Salam Sukses dari Halle

 

2 Hal Ini Bisa Menjadikan Hidup Sukses

Hidup kalau biasa-biasa saja menjadikan hidup kita itu membosankan. Kebosanan dalam kehidupan kita adalah hal lumrah yang datang karena tidak adanya inovasi dalam diri kita untuk berkembang lebih baik. Atau bisa jadi kita sendiri yang sengaja mengurung diri kita sendiri supaya tidak maju.

Hidup yang lebih bertenaga lebih bersaing dan lebih membara itu merupakan kehidupan yang diimpi-impikan setiap orang. Banyak orang berfikir ingin menjadi seperti idolanya tapi di sisi lain dia sendiri seperti orang pada umumunya. Mulai dari cara berfikir hingga cara mereka memanfaatkan aset terbesar di dunia. Dan apa aset  terbesar di dunia itu? Aset itu adalah waktu.

Dan apa 2 hal itu-

Jadilah Diri Anda Sendiri

Menjadi diri sendiri itu sangat di perlukan di dunia ini. Tidak perlulah kalian meniru budaya-budaya orang lain, negara lain. Karena kita sendiri itu unik dan kaya. Coba anda lihat dari sabang sampai merauke sudah banyak kebudayaan-kebudayaan yang di telurkan oleh leluhur kita yang menjadi patokan prestasi leluhur kita. Dan anehnya budaya itu sangat unik sekali. Dan pasti ada faktor pembedanya antara satu budaya dan budaya lainnya.

Coba itu kita aplikasikan ke diri kita sendiri. Bukankah setiap orang di dunia ini pasti ada keunikan tersendiri. Setiap orang diberi bakat alami oleh tuhan bahkan diberi peran sendiri-sendiri oleh tuhan supaya nantinya kita bisa membuat dunia ini tetap berputar dan menjadikan dunia tempat yang nyaman untuk kita tinggali sementara. Atau mungkin dengan sempitnya kita hidup di dunia kita bisa menjadikan hidup kita sebagai dampak perubahan yang besar.

222652-It-s-Okay-To-Be-Different-

Pernahkah kalian berfikir,Cristiano Ronaldo menjadi pebasket dan LeBron James jadi pesepakbola. Atau Rizky Febian jadi pebulutangkis dan Jonathan Christie jadi penyanyi. Apakah mereka akan menuai sukses seperti sekarang. Bisa jadi mereka tidak se sukses sekarang. Nah mereka percaya kepada diri mereka sendiri apabila mereka mampu terhadap kekuatan mereka. Mereka terus berlatih dan berlatih untuk menjadi lebih baik dalam hal yang mereka dalami.

Coba kalian pahami perkataan Albert Einstein ini. “Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that is stupid.”  Kalian tahu sendiri, bapak Einstein ini sudah menjadi acuan bagaimana dia bekerja keras dalam menemukan satu penemuan. Dia sendiri berkata kalau kalian menilai orang lain dari parameter kalian ya itu bodoh. Karena semua orang itu unik.

Pesan saya kali ini. Coba kalian berfikir secara dalam berfikir matang. Peran apa yang diberikan tuhan kepada saya? Jalan apa yang akan kita lalui untuk menjadi sukses. Pikirkan diri anda. Jangan kalian tidak berjalan sesuai dengan hati nurani kalian. Setelah kalian temukan teriakkan lantang. Saya mau ini. Biarkan saya menjalani hari saya dengan ini dan jadilah diri anda sendiri.

Pura-Puralah Seperti Orang Lain

P: Pembaca
A: Asan

P: Mas berantem yok !!!!
A: Lah kenape sih ni orang?
P: Kan katanya jadi diri sendiri. Ini malah disuruh jadi orang lain woy.
A: Bentar napa. Baca dulu apa maksud saya !!!!
P: Oke dah kalo ga nyambung berantem aja lah.
A: Yoi saya bakal lari duluan kalo berantem hahaha.

Maaf obrolan absurd ga jelas kali ini. Jadi apa maksud saya untuk berpura pura menjadi orang lain disini. Jadi sebelumnya kan kita sudah menjadi diri saya. Kita pastinya juga sudah memiliki role model apa sih yang kita inginkan. Idola seperti apa yang saya mau. Di masa depan saya mau menjadi seperti dia. Nah pasti ada kan ?

find role model

Setelah anda mendapat role model itu. Tirulah kerja keras mereka. Pura -puralah anda itu dia. Jadi itu maksud saya berpura-pura menjadi seperti orang lain. Jadi berfikirlah saya mau menjadi seperti Cristiano Ronaldo. Tirukan sikap dan perilaku ronaldo. Seperti dia tidak pernah datang latihan telat, datang paling awal bahkan 2 jam sebelum latihan dan pulang lebih awal. Tirukan gaya hidup mereka, seperti dia tidak meminum alkohol tidak mentato dirinya. Tiru hal2 seperti itu, be somebody else dalam action kalian.

Jadi setelah kalian tahu kalian mau jadi apa. Riset dan cari role model kalian. Baca aktifitas mereka kerjaan mereka. Jangan baca kisah sukses doang. Karena kisah sukses satu dengan lainnya pasti beda. Tapi tirulah mereka dalam hal sikap tindakan dan gaya hidupnya. Karena aset terbesar manusia itu sama. Kita sama-sama memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Mana ada orang di dunia punya waktu 25 jam sehari. Kalau mereka bangun pagi dalam keseharian dan tidur telat kerja sampai 15 jam mungkin anda bisa meniru hal itu. Manajemen waktu mereka bagaimana mereka memanfaatkan waktu mereka. Itu yang bisa anda tiru dan menjadikan anda seseorang yang lebih sukses pada masa depan anda sendiri.

Jadi jangan sampai anda sudah menjadi diri anda sendiri. Tapi action anda seperti anda yang sekarang. Ya lama bro suksesnya. Anda mau jadi ronaldo tapi kerja kerasnya kayak pemain antar kampung, latihan seminggu sekali. Basi bro…  Ya kemungkinan nya kalau gak anda nyerah ya jadi pemain antar kampung.

tarkam

Demikian 2 hal yang harus anda ketahui, untuk anda sendiri lebih sukses. Yang terakhir ini semua hanya teori sampai anda sendiri melakukan dan gali kesuksesan anda yang lebih besar.

Menjadi Budak Perkataan Orang

Menjadi Budak? Apa sih maksudnya? Sistem perbudakan telah dihapus sejak tahun awal 1900 an. Tapi mengapa judulnya perbudakan. Menarik sih. Tapi perkataan orang itu apabila di turuti memang tidak ada habisnya. Itu yang saya maksud. Menjadi budak perkataan orang-orang di sekitar kita. Yang mana orang orang tersebut tidak membuat hidup kita lebih produktif atau membuat hidup kita lebih bermakna. Malah perkataan tersebut membuat kita terperosok dalam sistem perbudakan perkataan. Yang kita sendiri tidak tau kapan akhirnya.

slavery

Saya ingin memberikan contoh klasik, mungkin beberapa orang sudah pernah mendengarnya. Ada 2 orang yang mengendarai keledai. Orang pertama adalah ayah dan kedua adalah anaknya. Mereka akan masuk beberapa kota. Dan si bapak berkata kepada anaknya. Lihatlah yang terjadi jika kamu mengikuti kata-kata orang.

Mereka memasuki kota pertama, mereka mengendarai keledai itu bersamaan. Kemudian orang-orang berkata. Bapak dan anak tidak sayang hewan, masa hewan seperti itu dipakai untuk berdua orang. Kemudian mereka pun memutuskan untuk salah satu dari mereka saja yang naik keledai.

Di kota kedua bapak tersebut mengendarai keledai, namun di kota kedua mereka mendengarkan omongan orang lain. Bapak tidak sayang anak, masa anaknya dibiarkan berjalan, Oke gantian. Bapak jalan anak mengendarai keledai.

Namun di kota ketiga orang ngomong lagi, Anak ga tau diri masak bapak dibiarkan jalan. oke mereka pun turun dari keledai dan keledai tersebut menjadi teman untuk jalan. Namun di kota keempat menjadi olok-olokan juga. Punya keledai ga dikendarai bego banget mereka. Karena mereka jengkel di kota kelima pun mereka menggendong keledai tersebut dan malah menjadi bahan ejekan masyarakat.

Poinnya bukan keledai harus kita junjung, tapi  berjalanlah sesuai dengan kepercayaan yang kamu anut. Kepercayaan yang sudah kamu baca dan telah ditanamkan oleh keluarga dan diri kalian sendiri. Meskipun orang lain tidak ada yang mendukung kalian. Tetap percaya pada mimpi kalian tersebut. Hidup itu  sekali,  janganlah mengikuti perkataan orang lain. Hari ini gaji naik dengar orang masak gaji naik ga beli mobil, kalau kita ikuti kata orang. Tidak bakal ada habisnya.
your future
Jadi tetap berpetualang di dunia. Jangan menyerah dan jangan biarkan hidup kita diperbudak orang lain. Tapi kalau bisa hidup kita menjadi panutan orang lain. Itu malah menjadikan hidup kita lebih bermakna. Lah emang bisa??? Semua itu mungkin. Jika kalian liat seseorang yang kalian kagumi maka kalian secara tidak langsung akan menirukan kehidupan orang yang kalian kagumi tersebut itu bukan? Makanya hiduplah jadi diri sendiri. Coba dulu dan rasakan manfaatnya baru ngomong testimoninya.