Belajar Manajemen Keuangan dari Buku Rich Dad Poor Dad Karya Robert T Kiyosaki

Kekayaan adalah mutlak keinginan sebagian besar umat manusia. Rumah mewah mobil besar, mobil sport, pulau pribadi, semua itu pasti sebagian dari keinginan-keinginan itu. Tapi apa anda sudah benar bagaimana mengelola keuangan dengan benar ? Padahal mengelola keuangan pribadi dengan benar pun bisa menjadi ujung tombak mendapatkan keuangan. Kalau belum sudah tepat anda mampir di blog ini.

Rich Dad Poor Dad. Buku karya Robert T Kiyosaki. Jika anda tahu buku ini di terbitkan tahun 1997 dan telah terjual 32 juta lebih di seluruh dunia.

RDPD

Setelah tahu bukunya kita cari tahu dulu siapa itu Robert T Kiyosaki. Robert T Kiyosaki adalah pengusaha, penulis , investor dari Amerika Serikat yang telah membuat gebrakan di dunia keuangan. Gebrakan tersebut yaitu buku Rich Dad, Poor Dad dan beberapa buku turunannya. Itu telah menjadi panduan keuangan untuk belajar melek secara finansial. Robert Kiyosaki sekarang memiliki kekayaan sekitar 80 Million US$. Dari kekayaan tersebut apabila kita belikan cendol bisa untuk membuat danau cendol kali ya. Robert juga pernah menjadi marinir dan juga bekerja menghidupi dirinya sendiri menjadi sales fotocopy xerox.

Dasar dari yang ditekankan Kiyosaki adalah Melek Secara Finansial. Mengapa itu perlu. Keuangan itu adalah dasar dari suatu manusia untuk mendapatkan kehidupannya. Karena siapa yang bisa hidup di dunia ini tanpa uang coba?? Kecuali anda hidup di penjara atau panti sosial itu beda cerita. Namun di sisi lain orang malah menjadi tabu ketika belajar masalah keuangan. Ngapain sih uang di atur sedemikian itu? Pelit banget sepertinya. “Bro…. lebih jahat mana jika gua ga punya uang terus minta uang saku ke lu tiap hari? “. Nahh. Poinnya bukan kita yang pelit, tapi kita juga harus peduli terhadap masa depan kita sendiri.

Robert menjelaskan di buku tersebut ada 4 kuadran manusia yang kemungkinan dia akan mendapatkan uang secara garis besar.

  1. Kuadran E (Employee) atau pekerja. Di kuadran ini orang mendapatkan uangnya secara dia bekerja  terhadap suatu perusahaan. Kemudian dia dibayar secara perjam per minggu, perbulan. Apabila orang ini berhenti bekerja maka orang ini tidak mendapatkan pundi-pundi uang  yang masuk ke dalam dirinya.
  2. Kuadran S (Self-Employee) pekerja mandiri. Di tipe kuadran ini dia lebih mahir menghasilkan uang dari pada yang di kuadran S. Kebanyakan juga mendapatkan uang lebih banyak juga. Karena dia menawarkan pekerjaan dan itu menjadi sesuatu yang lebih profesional dari pekerja. Contoh yaitu dokter, arsitek, pemilik toko. Tapi dia masih harus bekerja juga supaya apa yang dia punya menghasilkan uang.
  3. Kuadran B (Bussiness) pemilik usaha. Yang dimaksud robert disini bukan hanya cuma pemilik usaha yang seperti restoran di pinggir jalan, warung makan, ataupun jual cendol gitu. Tapi pemilik bisnis korporasi atau bisnis-bisnis yang sudah auto pilot. Jadi tanpa kehadiran kita pun bisnisnya sudah jalan dengan mudah. Jadi kita punya sistem yang sudah bergerak secara mandiri.
  4. Kuadran I (Investor). Orang-orang yang mempunyai investasi dimana-mana sehingga dirinya tidak perlu lagi memikirkan uang. Dan ini kemungkinan bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak perlu menunggu kita untuk kaya. Bahkan dengan dana 50 Ribu bisa untuk membeli reksa-dana. Jadi kita mempunyai uang-uang yang bekerja untuk kita.

Di kuadran B dan I inilah kemungkinan orang bisa menjadi sukses dan bebas secara keuangan. Karena uang sudah datang dengan sendirinya tanpa dia hadir pun dalam bisnis mereka. Mereka liburan di Bali dan Eropa pun datang duitnya ga usah mikir broo.

Di buku ini Robert Kiyosaki mendorong kita untuk melek secara finansial. Bukan kita harus memiliki usaha yang berjenis korporasi atau sistematis seperti itu. Melainkan coba kita memulai menjadi investor dan itu sangat berguna untuk kehidupan anda di masa depan. Yang terpenting bukan berapa uang yang anda hasilkan, tapi berapa uang yang anda simpan, setelah itu di investasikan. Jadi alih-alih kita mencoba membuat uang sebanyak mungkin tapi kalau di akhirnya uang itu untuk beli sesuatu yang konsumtif. Lalu itu buat apa maka dari itu dia mengenalkan untuk mengetahui apa itu asset dan liability. 

Asset adalah sesuatu yang menghasilkan uang untuk dompet. Dan itu bisa jadi banyak hal. Aset itu banyak macamnya seperti kos-kosan, saham, reksa dana, obligasi. Rumah yang menghasilkan duit sewa perbulan juga aset. Mobil yang disewakan juga menjadi aset.

Liability adalah sesuatu yang mengeluarkan duit dari kantong anda. Seperti rumah yang kita tinggali mobil yang kita pakai. Semua itu menjadi liabilitas yang harus anda keluarkan uang setiap bulan untuk mengurus hal itu Maka dari itu kurangi aset-aset anda dahulu sekarang

aset liability

Gambar diatas adalah contoh bagaimana perbedaan orang kaya raya dan middle class dalam hal keuangan. Mereka para orang kaya mempunyai pendapatan dari manapun (multiple source) . Meskipun dia juga memiliki pengeluaran yang mungkin lebih besar dari kaum menengah tapi ya jauh lebih besar aset-aset yang akan membiayai pengeluaran mereka. Kelas menengah hanya mempunyai satu dan biasanya itu gaji. Mereka kadang kesusahan jika mau diajak untuk naik kelas menjadi orang kaya.

Jadi untuk menjadi kaya jalan satu-satunya bukan hanya dari bisnis saja, apabila anda membuka daftar orang terkaya orang di dunia. Akan muncul Warren Buffet. Dia yang menjadi orang kaya dan dia tidak mempunyai usaha, tapi dia yang menjadi investor dari beberapa perusahaan besar. Dia kaya berdasarkan investasi. Investasi itu sangat berguna untuk kehidupan anda. Jadi mulailah aturlah keuangan sendiri. Belajar investasi sedikit demi sedikit. Jadi jangan koleksi barang barang mewah. Lebih baik koleksi-koleksi aset-aset yang memungkinkan menjadikan pemasukan untuk anda.

Kapan kapan akan saya share investasi yang memungkinkan dilakukan di era zaman now. Oke ini ilmu atau teori akan tetap jadi teori jika anda tidak melaksanakan atau mencoba. Silahkan share apabila bermanfaat terima kasih..  CIAAOOO