Pengingat Diri

Pentingnya Dana Darurat di Segala Kondisi

Masa saat ini kita melihat ada badai krisis yang sedang dialami oleh semua orang di berbagai sisi dunia. Suatu wabah atau lebih tepatnya pandemi yang lagi menghantam dunia tahun 2020 ini. Coronavirus atau COVID 19 apakah ini bisa menjadi pelajaran, ataukah ini hanya menjadi penambah ucapan-ucapan kutukan terhadap diri kita sendiri ataupun kondisi mengenai diri kita.
Krisis ini menjadi hantaman berbagai lini bisnis. Survival mode diaktifkan semua orang untuk menjadikan mereka lebih bertahan lama hidup.

Tapi bagaimana mengaktifkan survival mode tersebut jika kita tidak siap untuk itu.
Apalagi apabila kita melihat di Indonesia, mayoritas pekerjaan berada di sektor informal. Untuk makan mereka harus bekerja. Di masa saat ini tentunya sangat susah bagi mereka untuk mendapat sepeser uang tersebut. Uang tabungan pun menjadi tipis dan dana darurat pun tidak di siapkan.

Apa itu dana darurat ? Bahasa kerennya sih emergency fund ?
Halah keren opo su iku cuma bahasa inggris e. WAKAKAKA

Dana darurat itu adalah dana yang sangat gampang kita pakai. Tanpa harus kita mencairkan dana tersebut, bahasa ekonominya itu sangat liquid. Dan ini akan kita pakai ketika kita mendapatkan diri kita sedang berada di masa darurat.

KAPAN ITU MASA DARURAT?

  1. Terjadinya Krisis
  2. Sakit keras
  3. Tiba tiba di pecat dari pekerjaan
  4. Bangkrut
  5. Dan bisa kalian sebutkan sendiri

Mengapa ini sangat penting?
Harus dong. Darurat. Itu sesuatu yang terjadi karena kita tidak bisa mengontrol hal tersebut.
Apa kalian bisa kompromi dengan sakit keras, apa bisa kalian mengontrol kapan terjadinya krisis. Misalkan kalian tiba-tiba tidak mendapatkan gaji. Siapa yang akan menanggung hidup kalian.

Terus berapa dana darurat yang cocok untuk di persiapkan.

Ini saya kurang bisa menjelaskan dengan pasti. Karena tiap individu berbeda-beda kebutuhannya. Untuk yang single mungkin 3x pengeluaran bulanan itu sudah cukup.
Atau yang udah berkeluarga mungkin bisa ditambah 6-12x pengeluaran.  Atau mungkin sampai 2 tahun atau 24x pengeluaran.
Apabila kita memiliki usaha. Mungkin bisa dipertimbangkan untuk memiliki ini. Supaya kita bisa mengatasi badai-badai yang tidak terprediksi.
Jadi kita sudah naik level lebih baik dari yang belum mempersiapkan.
Cara mempersiapkan dana darurat ini juga bisa diakali dengan mencicilnya. Mungkin saat sekarang kurang tepat. Karena lagi krisis masa mau nabung. Ya tepatnya gunakan dana tabungan tersebut kan untuk kehidupan sehari-hari.
Mengapa ini sangat di perlukan?
Kembali lagi sesuatu yang tidak bisa kita kontrol itu kita berusaha untuk mengontrol hal tersebut. Jadi risiko yang nanti akan kita dapat menjadi berkurang.
Itulah bedanya orang yang sudah mempersiapkan dan belum mempersiapkan.
Apalagi jika kita melihat situasi yang sedang corona kaya begini.
Semua usaha lagi survival mode. Pekerjaan banyak yang di pecat. Pariwisata ambyar.
Berhutang pasti juga bukan pilihan yang bagus untuk situasi seperti ini….
Dana darurat ini jangan sampai di utak-atik misalkan karena nilainya sangat besar.
Kita berfikir wah ini sangat bagus nih. Investasiin aja dulu.
Jangan… investasi itu dilakukan ketika dana darurat sudah siap…..
Dana darurat itu seperti dasar atau pondasi sebelum anda investasi.
Jangan investasi dulu sebelum dana darurat itu ada.
Tips yang lain mungkin dana darurat di simpan dalam bentuk apa????
Wah ini seru juga.
Dana darurat idealnya di simpan dalam bentuk cash. Atau paling tidak di instrumen yang bisa di cairkan secara cepat.
Beberapa contoh baik selain dalam bentuk cash. Yaitu mungkin dengan dalam bentuk emas. Dalam bentuk reksadana pasar uang.
Tapi ingat… pasar uang. Jangan saham. Itu sama saja mainan di atas api.
Mengapa tidak boleh di pasar saham? Kalau krisis keuangan gimana ? Likuiditas perusahaan tersebut turun. Nilai duit kalian amblas tong… turun terjun payung…
Deposito yang bisa di cairkan kapan saja juga boleh. Tapi jangan deposito yang tidak bisa di cairkan. Sama aja boong. Atau ga kena penalti yang bisa mengurangi nilai deposito kalian. Wakakaka  ambruk bos..
Emas itu agak risiko juga. Misalnya krisis nya sampai benar-benar membuat orang tidak menerima penjualan emas. Apabila di posisi seperti itu.
Emas kalian ya tetap aja batu.
Atau mungkin valuta asing. Tapi valuta asing juga berisiko juga. Apabila negara tsb ada krisis uang kalian ga ada harganya.
Cok asu bajingann… terus aku kudu simpan dalam bentuk opo suu..
Ya itulah dunia bos. Kenyataan ga ada instrumen yang aman emang fakta. Cuma lebih baik persiapkan aja dana daruratnya. Sehingga jika kalian ada di posisi darurat itu membantu.
Mungkin pepatah dari mbah waren buffet bisa dipakai jangan menaruh telur di satu keranjang yang sama.
Terus ini kan lagi masa-masa krisis corona yah.
Dana darurat ini pastinya sangat membantu untuk kalian, apabila kalian di pecat bisnis tidak jalan.
Dana darurat ini ya bisa bermanfaat.
Last..
Selalu sesuaikan dana darurat dengan pengeluaran anda. Jangan mentang-mentang dana darurat. Menyiapkan sesuai dengan pengeluaran 10 tahun yang lalu.
Ya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi bos.
Dana darurat anak kuliah sama orang berkeluarga itu beda. Sesuaikan.
Sehingga itu bisa di pakai sesuai dengan fungsinya.
Woke bosku. Semoga menginspirasi kalian untuk mempersiapkan dana darurat.
Stay safe stay healthy di masa susah seperti ini

An Enlightenment from God of the Broken Heart

5 Mei 2020. Mendengar maestro campursari dangdut meninggal dunia itu menjadi terpukul untuk saya sendiri. Beliau (Didi Kempot) sang maestro dengan ribuan kosakata dan ribuan tempat yang bisa menjadi suatu ide lagu.

Mulai dari tempat pariwisata, pantai, terminal, stasiun, dan banyak lagi ide-ide ciamik.

Lagu itu menjadi sebuah monumen pengingat untuk semua kalangan. Pada awalnya yang hanya dikenal kalangan bagian suku jawa atau tepatnya para pembicara bahasa jawa. Sekarang menjadi sebuah simbol adanya sang maestro untuk beliau. Itu yang mengakui tidak lagi orang jawa bahkan banyak yang tidak paham dan masih tetap asyik dengan santai menandungkan lagu tersebut.

Nilai moral yang beliau ajarkan menjadikan beliau seseorang yang patut diacungi jempol dan menjadikan beliau adalah sang maestro kehidupan yang bisa dicontoh.

Kita ulas dahulu bagaimana kisah singkat beliau mendapatkan gelar itu. Brave Yourself….

Didi Kempot yang bernama asli Didik Prashetya lahir di solo dari bapak Ranto Edi Gudel. Beliau juga mempunyai saudara seniman yaitu mamiek pelawak senior srimulat. Lahir di Surakarta pada tahun 1966.

Apabila kita beropini sebagai common people (CP). Enak nyanyi dapat duit. Eits bentar dulu fergusso. Siap tidak kalian dengan perjuangan pakde didi yang sangat berlika-liku tersebut.
Didi kempot memulai masa kecil di ngawi sebuah kota di ujung barat jawa timur. Di kota ini Pakdhe dengan neneknya untuk mendewasakan dirinya. Karena dengan posisi orang tua beliau sudah bercerai.

Sebelum setenar ini pakde memulai karir nya sebagai pengamen. Kegiatan ini dilakukan oleh beliau selama bertahun-tahun. Hasil pun belum tentu. Hinaan juga ketakutan akan kegagalan itu pastimenjadi momok bagi beliau. Tapi beliau yakin bahwa dia akan sukses.

Ini dilakukan pakde di 2 kota yaitu jakarta dan surakarta. Jadi untuk menjadi orang sukses pengorbanan tanpa lelah itu harus dilakukan tanpa pandang bulu. Beliau rela mengamen dengan bahagia dan enjoy selama bertahun-tahun. Lebih tepatnya 5 tahun. Bayangkan guys.

Pernahkah kita melakukan pengorbanan yang sebegitu kerasnya terhadap diri kita sendiri demi mimpi kita yang besar. Did you do that? Atau kita cuma seorang pecundang yang selalu mencari pembenaran dan pembenaran mengenai kesalahan. Membayangkan saja sudah mengerikan.
Arti Kempot sendiri itu pun merupakan kepanjangan dari kelompok penyanyi trotoar. Bahkan beliau sendiri yang sangat rendah hati memakai nama itu sebagai nama panggungnya.

Itu mengingatkan beliau yang mengamen di ibukota dengan mimpi-mimpi beliau yang sangat besar.

Beliau tidak menggunakan suatu kelebihan ketenaran kakaknya atau orang tuanya. Ia sangat yakin terhadap kemampuan dirinya dan percaya terhadap jalan hidupnya sendiri.

CP berfikir ya tinggal hubungin orang tua atau kakaknya koneksi ke produser-produser kondang sudah di tangan. Tapi beliau tidak memakai jalan itu. Memilih menjadi pengamen dan menuliskan jalan kehidupan sendiri.

Untuk para pengejar mimpi besar? Sudahkah kalian seberjuang ini untuk mimpi kalian. Atau kalian masih menunggu besok dan besok untuk berkarya sampai besok itu adalah hari kematian kalian.

Jangan Gantungkan Kesuksesan Kalian Kepada Orang Lain. 

Itu suatu kata cocok yang bisa dipetik dari Maestro campursari / dangdut/ lagu jawa. Ah entah trade mark apa lagi yang sudah terlalu banyak untuk beliau. Ayo kawan perjuangkan kesuksesan kalian.

Awal pertama kali Didi mendapatkan rekaman yaitu dengan musik lagu cidro. Lagu yang mendayu-dayu dan mengingatkan kita akan pengorbanan seorang kekasih yang pasti untuk cinta yang tidak terbalaskan.

Setelah itu dia tetap berkarya. 800 Lagu telah beliau ciptakan sampai saat ini. Dan itu adalah hasil konsistensi yang sangat luar biasa dari seorang maestro.
Tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Itu adalah kunci sukses.

Di acara televisi bahkan beliau memberikan prinsipnya, menulis lagu membuat lagu dan teruslah berfikir bahwa karya itu patut dinikmati. Dia tak peduli perkataan orang lain. Tetap membuat dan membuat dan akhirnya kesempurnaan malah hadir di dalam lagu tersebut karena buah dari konsistensi tersebut.

Tetap Konsisten di Jalan yang Kita Putuskan.

Dalam sekali makna hidup beliau. 800 lagu. Tak ada kata bosan. Tetap berkarya.

Hal yang saya soroti di kehidupan beliau. Beliau itu orangnya sangat menerima. Bahasa Jawa mungkin Nrimo.
Ini kunci-kunci kehidupan yang notabene menjadi salah satu kunci kesuksesan beliau.

Dia mempunyai 800 lagu, dia yang nulis dia yang nyanyi. Tapi lagu tersebut di cover orang lain, tanpa izin beberapa, bahkan itu tanpa royalti. WAW

Sebuah keteladanan di dunia yang sangat tamak sekarang ini. Beliau cuma bilang, izin dulu. Masalah duit belakangan yang penting kulonuwun dulu. Bahkan beliau tidak pernah ada kasus yang sampai membawa pengacara demi mengejar pundi-pundi. Tetap santai
Faktanya orang yang cover lagu mereka pun duitnya banyak pasti. Banyak banget, bahkan mungkin ada yang menjadi tenar. Koar-koar? Engga.
YAKIN bahwa rezeki itu ada yang mengatur.

Karena dengan kesantaian tersebut. Di akhir 1 tahun beliau, semenjak beliau tenar kembali, atau mungkin bangkit kembali lebih tepatnya. Beliau tetap santai dan rendah hati.
Di panggung nasional lagu beliau menjadi trending nasional. Job manggung menjadi penuh.
Yang dulu dari 15-25 juta menjadi ratusan juta.

Emang rezeki itu tidak kemana.
Hidup 53 tahun sempat lagunya di bajak orang. Tenar bener-bener pecah menurutku di setahun terakhirnya. Semoga itu menjadikan teladan untuk mu sang maestro.

Tulisan ini aku persembahkan untuk beliau yang telah menemani hari-hariku menjadi lebih kuat dan menjadi dewasa-

Cinta tak selamanya patah. Akan ada cinta yang telah dipersiapkan tuhan untuk mu. Entah di masa depan atau setelah kematian.
Tetap berkarya semua.

Halle 08-05-2020

Catatan dari Seorang Penggemar….

Terimalah Keadaan Anda

Saya seminggu kemarin sakit. Sebenarnya sakitnya tidak parah seperti HIV  ataupun Cancer ataupun Tumor. Itu ekstrim ya. Ya begitu saya sakit.

Penyebabnya apa. Saya memaksakan diri saya dengan agenda saya yang padat. Sedangkan tubuh mungkin belum siap. Gampangane ngene lo  cah awakku gering masuk angin watuk-watuk kambe gorokan ku serak. Paham  ra ? Ra paham matio.

Lagian bego banget kali ya, masa liburan saja cuma jadi sobat rebahan, sekarang sosoan jadi aktif banget.  Langkah di Samsung activity aja sampai 15000 langkah. Biasanya saja gatau sih. Kemarin-kemarin ga pernah saya melihat itu.

Woi woi  udah udah malah cerita.  Ya serah saya bro. Gasuka close tuh tab.
Ampun bos , siap presiden !!!! lanjut ke cerita.

Ini terinspirasi dari saya cerita sharing sama teman-teman sekitar kita.

Apakah menerima  keadaan yang kita dapati sekarang dan mensyukuri  itu adalah sesuatu yang negatif. Ah engga lah. Dengan mengakui bahwa kita itu ya kaya gini. Ada kekurangan.

Terima udah terima aja itu semua  yang ada di badan, kondisi kita, posisi  kita. Terima mau kecil, pendek tinggi kurus pintar kaya miskin apapun terima aja. Udah Terima.

TERIMA DAN SYUKURI.

Terima doang itu sama aja. Ada action  yang selanjutnya syukuri.

Sedikit cerita saya dapat dari kawan saya. Sebut saja si K.

Dia ini sehat, bugar, optimistic, dan realistis. Bisnis punya. Tampan tinggi proporsional, kepribadian wah top  lah. Mungkin kalau dia ada penawaran orang jadi istrinya saya kira banyak yang mau. Perfect lah exmud gitu deh.

 Rencana bisnis ke depan mau ngapain aja udah dia susun sedetail mungkin. Dia udah mempersiapkan semuanya se detail mungkin . Dia tinggal finalisasi lah itu . Saya kagum malah di ceritain  oleh dia.
Kenapa  kagum  ? Ternyata saya punya teman ada yang positif yak.  Biasanya curhat aneh2 dan kadang malah ga masuk akal. Ga ga bercanda bro. Besok besok bisa saja di unfriend oleh teman  teman saya bahkan.

Lanjut…

Apa rencana itu berjalan ? Tidak sama sekali. Rencana itu masih jadi rencana dan  tanpa  pernah di  lakukan. Nah rencana tanpa ada aksi hanyalah ilusi dan delusi kan?

Kenapa bisa terjadi. Dia sakit. 3 bulan lebih saya menghitungnya.
Dia terkena alergi dan sehingga untuk bertindak pun badan sakit semua. Badan dia turun sampai 10kg, sempat rawat di rumah sakit.  Wah sampai belanja kebutuhan sehari-hari saya pun ikut membantu dia.

Saya tidak bisa membantu lebih, karena itu saja yang bisa saya lakukan. Karena saya juga punya kesibukan sendiri di jerman.

Di saat di tengah-tengah masa sakit.  Dia  udah mulai lepas berfikir mengenai rencana bisnis nya dia. Dia mulai berfikir  mengenai ada zat di dunia ini yang maha Se MAHA-MAHA nya.

Dia cuma bilang. Saya cuma ingin sembuh. Bisa beraktifitas, bodo amat sama otot2 saya. Waktu saya. Saya terima, saya juga masih bisa membaca buku. Ga semua waktu yang saya lakukan saat sakit itu sia-sia.

Dia menerima keadaan itu dan ketika itu seperti dia makin lama  baikan dan lebih sehat dari waktu ke waktu. Bercanda yang dulu agak susah dan rona mukanya yang menunjukkan kegelisahan sudah mulai berubah. Beberapa saat kemudian dia mulai sehat dan kembali melanjutkan aktifitasnya.

Saya gatau persisnya bagaimana dalam ilmu pengetahuan. Tapi ini saya liat sendiri ketika kita menerima diri kita, bagaimanapun kondisinya. Itu seperti obat manjur. Tuhan ya kaya dianggap ada mungkin  senang gitu kali ya Bahasa gampangnya.

Saya ketika sakit juga begitu. Menggerutu selalu. Tapi ketika saya mulai menerima dan mulai sadar bahwa kita ini manusia . Malah berangsur angsur sembuh. Dan sekarang  udah hampir balik lagi kondisinya.

Oke kita lanjut ke omongan orang penting ya. Omongan gua mah sampah. Karya aja masih belum ada lo, dasar sosoan. BODO AMAT. Gua pingin sharing.
Ga suka pergi lu.

Orang ini adalah Sun Tzu.

Sun Tzu ini jenderal china  dengan prestasi yang mencengangkan. Dia jenderal yang berhasil  menyatukan china. Tau sendiri china itu segede apa. Nah dia itu filsuf terkenal dalam bidang militer. Buku filosofis dia itu dipakai acuan untuk beberapa aspek dalam kehidupan.

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.

Anjir Bahasa inggris. Woy belajar cok kalau ga bisa Bahasa inggris. Atau kalau tidak pakai tuh aplikasi google translate.

 Intinya Siapapun yang mengenal diri dan musuh ga usah takut sama hasil 100 perang. Ketika  tau cuma diri sendiri aja kita bakalan menang dan kalah.  Gatau diri sendiri sama sekali, apalagi musuh. FUCK UP BRO. Hell has been waiting for you.

Anjir jauh banget filosofi sehat, penerimaan diri sama perang. Ya gimana  hidup itu tiap hari perang bro. Perang lawan siapa ? Sama nafsu kalian. Jika kalian aja perang masih membawa perasaan kekurangan terus. Ga terima yang ada di hidup kalian, itu ga selaras.

Kalian perang terus-terus dan membawa beban yang banyak. Hasilnya tidak akan maksimal.

Jadi Terimalah apapun yang ada di diri anda. Syukuri dan syukuri. Mungkin ada orang yang membandingkan terhadap orang yang kurang beruntung, silahkan. Tapi saya lebih menekankan terima diri anda dan syukuri.

Hari ini gini-gini aja. Yawis syukuri. Jalani aja disambil dengan merajut  mimpi-mimpi yang kalian gaungkan tersebut.

WES YO GAESS NGANTUK… Jam 1.20 wes an. Turu sik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

 

Anj*** Aku Gagal

Anjrit aku gagal nih.
Ujianku kemarin ga  lulus.
BIsnis buntu banget , saingan banyak banget. Gulung tikar nih tahun depan.
Ketipu jutaan coy, ntah ini hidup aku kayaknya bakalan stuck deh.

Gila kali ini aku bener bener buntu lah. Susah banget untuk jadi orang sukses. Coba kemarin aku lebih keras lagi untuk berusaha pasti hasilnya akan berbeda. Coba aku tidak ikut-ikutan. Coba aku begini, coba aku begono.

Begitulah sekelumit kisah kegagalan-kegagalan dari beberapa sumber yang pernah saya dengar dan juga  pernah saya alamin.

Apakah ada orang yang selalu dan selalu berhasil tanpa gagal ?
Anaknya hotman paris kali ya. Kan di atas langit masih ada hotman paris… katanya . Canda bro. PEACE dulu dong.

Kegagalan berasal dari kata gagal, yang mana dalam kamus besar Bahasa Indonesia artinya tidak jadi. Tidak berhasil  ataupun tidak dapat dilakukan.

Goblok lah malah jelasin definisinya. Jelasin lah gagal dalam perspektiv hidupmu tolol. Oh iya lupa lupa.

Oke back to topic. KEGAGALAN. Suatu hal wajar yang dialami hampir semua orang di dunia.

Mengapa saya  menyoroti kegagalan ini. Karena saya sendiri lahir dimana kegagalan itu tidak dapat diterima. Padahal kegagalan adalah suatu hal dimana kita diingatkan untuk mempelajari kesalahan yang kita lakukan .

Penilaian masyarakat mendikte diri kita untuk melakukan segala sesuatu itu SEMPURNA. Bahkan tidak di masyarakat. Itu mungkin dimulai dari keluarga kemudian merambah ke  diri kita. Dan itu akhirnya malah menjadi patokan untuk diri kita sendiri.

Contoh ini terjadi pada diri saya sendiri pada saat SMP ataupun SMA.
Aku itu waktu sekolah malas belajar. Sumpah malas banget. Kerjain PR itu di sekolah. Isinya hidup Cuma main-main dan main-main.

Tapi sistem di sekolah saya ataupun di banyak sekolah menetapkan bahwa semua harus mempunyai nilai di atas ketentuan minimal. 75 lah dulu. Gatau sekarang. 80 kali ya.

Saya tau sendiri saya dapat nilai itu jarang di atas 75 tapi di raport pasti tertulis 75 ke atas. Kan aneh. Ngapain belajar kalau udah pasti dapat 75.

Itu membimbing saya bahwa hidup itu selalu sukses. ( Dianggap paksa sukses )

 Anggapan kecil ini berubah terbalik dalam hidup saya ketika saya mengalami kegagalan.

Sepertinya penilaian di dalam rapor yang ada standar minimal itu harus di rubah. Ga baik, semua dipaksa bernilai sama.

Nilai 4 ya tulis 4. Nilai 10 ya itu. Mengajarkan kegagalan dari dini bukan berarti kita jahat kepada individu tersebut.

Di MI (SD) saya pernah mendengar murid tidak lulus. Dan itu saya malah terpacu untuk belajar. Karena saya tidak mau tinggal kelas. Tapi entah ajaran itu di SMP dan SMA malah hilang.

Kegagalan itu wajar kok. Sumpah itu wajar, dan itu merupakan ajaran alami dari kehidupan yang mana kita harus mencoba mengoreksi diri kita, apa yang telah perbuat, dan memahami betapa pentingnya waktu yang telah terlewatkan.

Belum lagi budaya mencontek dan korupsi. HAHA. Ini budaya yang membuat bangsa kita tidak maju-maju. Kegagalan sistem membuat korupsi merajalela di negeriku tercinta.

Saya pun jika diberikan mandat kepemimpinan juga bingung mau mereformasi dari mana.

Kita melihat dari sejarah dulu. Sejarah menulis kegagalan dan kesuksesan dari para orang hebat sebelum kita.

Apa Nabi Muhammad selalu berhasil? Ga, dia kalah besar di perang uhud.
Soekarno apakah selalu berhasil ? Tidak , keluar masuk penjara dia berkali-kali.
Pemilik djarum ( orang terkaya di Indonesia) , Perusahaan mereka dulu terbakar.
BJ Habibie ? Dia thesis sudah jadi dirampas oleh negara jerman karena pada saat itu Indonesia keluar dari PBB.

Melihat dari sejarah, kegagalan itu wajar dan menjadikan kita lebih kuat. Nah ini di sistem Pendidikan kita malah semua dianggap mempunyai nilai sama . Memperbaiki Pendidikan karakter tapi malah dianggap punya nilai sama. LUCU deh.

Hidup di negara maju membuat saya berfikir bahwa kegagalan itu wajar. Bukan untuk  sombong, tapi saya melihat sendiri sudah berapa banyak mahasiswa dari Indonesia pulang dari perantauan tanpa gelar?

Pulang tanpa kehormatan yang dia idam-idamkan , pulang hanya dengan membawa memori perjuangan dan getirnya kehidupan.

Sudah jalanin aja hidup dengan versi terbaikmu. Ga perlu kalian melihat  kegagalan masa lalu.  Apabila gagal nikmati gagalnya. Nikmati aja. Nikmati sampai puas. Sampai kalian sadar bahwa hidup masih tetap berjalan.

Dan pada saat kalian tahu apa itu hakikat kehidupan, maka kalian akan berjalan di dunia dengan karakter yang lebih kuat dari sebelumnya serta perspektiv-perspektiv baru tentang kehidupan.

Itulah yang saya lakukan ketika gagal. Nikmati dan cari pelampiasan dan pelampiasan itu mengarah ke kebosanan. Dan saya berfikir ulang bagaimana menjadi  pribadi lebih baik.

Oke beginilah sharing aku kali ini.

SANGAT DITUNGGU CACIAN  DARI KALIAN
Terima Kasih

Jalan Kalian Berbeda

Pagi-pagi saya di chat teman, kebetulan dia tetangga saya. Saya udah bermain dengan dia sejak lama. Dia 3 atau 4 tahun lebih muda dari saya. Dan mungkin karena saya lebih tua jadi dia bertanya ke saya.

Biasalah tipikal orang jawa kampung, yang lebih tua dianggap lebih segalanya. Padahal otak juga ga seberapa.

“Lur Bagaimana cara menjadi seperti Habibie ? “

 

Bapak Habibie

Habibie, hah presiden ke-3 Indonesia. Ya memang dia sukses banget. Siapa coba yang ga menganggap pak Habibie sukses.

Sukses menaklukkan Jerman. Pulang ke Indonesia membuat pesawat dan jadi presiden kemudian lanjut jadi role model pasangan yang saling tulus. Siapa yang ga mau ?

Bingung sih. Bukannya saya merendahkan Habibie atau meremehkan kemampuan dia. Tapi manusia itu diberikan anugerah masing-masing. Habibie mungkin bisa jadi role model seseorang tapi minta tolong jangan jadi copy paste dia.

Keinginan dia di copy paste. Gak gitu bro jalannya. Ada mungkin yang beberapa relevan tapi ga semua bisa dianggap relevan untuk kondisi kalian.
Mungkin ini beberapa pesan singkat yang saya kirimkan ke dia.

Hidupmu itu ya hidupmu. Pak Habibie tidak diberikan kesusahan seperti kamu, dan juga sebaliknya kamu tidak diberikan kemudahan seperti pak Habibie.

Tidak usah menyamakan mimpi kalian sama persis seperti pak habibie. Menurut saya ga semua orang sama kok kemampuannya. Tapi boleh lah menyamakan kerja keras kalian seperti pak Habibie. Ga semua yang dilakukan pak habibie cocok untukmu kok.

Namun kalian tau lah batas kalian seperti apa. Yang bisa kalian lakukan mungkin melihat mental-mental pekerja keras. Tiru mental-mental pantang menyerah.

Kalau kebetulan anugrah yang diberikan tuhan sama kayak pak habibie baru bisa lah mimpinya disamain. Mungkin kalian jago di fisika matematika. Mau membuat pesawat terbang. Yah itu mantap buat kalian.

Coba kalau kamu dikasih kemampuan di bidang ekonomi, bidang sastra, jadi presenter. Masa mau buat pesawat, ya ga ada relevannya. Mungkin esensi kerja kerasnya yang bisa kamu tiru

Tidur 4 jam sehari. Belajar setiap waktu, tidak gampang menyerah, dan selalu ingat tuhan yang menciptakan kita.

Contoh seperti itu yang kemungkinan mudah untuk diduplikasi kita. Karena itu masalah mental dan kemauan serta niat kalian yang tulus atau tidak terhadap mimpi kalian.

 

Zaman itu berubah sangat cepat

relevant

Relevansi antara zaman idola kita dan zaman sekarang mungkin yang harus diperhatikan. 

Contoh kecil deh. Zaman tahun indonesia baru merdeka. Eh tidak deh terlalu jauh. 

Anggap idola kalian itu orang yang terdekat kalian, yang di dalam benak kita itu mudah banget untuk di duplikasi. Oke si X.

Si X untuk mencapai kesuksesan. Dia harus sekolah sampai strata tertentu. Kemudian merantau ke jakarta. Dan menjadi pemimpin dan sekaligus pemilik usaha. Dan menurut kalian itu sukses banget. Financial freedom deh.

Ga berlaku sepertinya di zaman sekarang. Apabila untuk mencapai financial freedom zaman sekarang caranya sudah bermacam-macam dan bisa di lakukan dimanapun. Tanpa batas daerah. Mungkin dulu jadi pemusik harus ke Ibukota. Sekarang beda bro.

Itulah pentingnya kalian harus menjadi diri sendiri. Tentukan impian itu dan kejar deh.

Sukses sesuai dengan impian kalian. Itulah yang dibutuhkan Indonesia.
Andaikan semua orang bermimpi jadi presiden. Siapa rakyatnya ?? WKWKWKW

Bukan masalah dia lebih keren ataupun kita tidak keren. Pesawat terbang lebih keren dibandingkan video youtube ataupun aktor. Ga gitu, tapi jika messi jadi perenang ataupun evan dimas jadi petinju ya ga setenar sekarang mungkin.

Hidup itu sing penting yakin. Masalah ga berhasil ataupun gagal bukan urusan kalian. Yang menjadi tanggung jawab kalian adalah kalian tetap mencoba.
Jikapun kalian ga berhasil, coba lagi.

Namun ada sisi yang kalian berhasil kok. Kalian berhasil mempertahankan mimpi kalian. HEHEHE

Dia memperlebar pertanyaan.

Bagaimana cara biar kita punya percaya diri lebih ?

Tips dariku sih, sering-sering aja liat cerita sukses yang dari 0. Dari yang ga punya apa-apa jadi punya segalanya. Banyak sebenarnya di youtube seperti itu.

Acara televisi mungkin Kick Andy ataupun Hitam Putih contohnya.

Jadi biar lebih santai. Kita tidak berjuang sendiri. Banyak orang di luar sana yang juga sama-sama berjuang.

Don’t compare your beginning to someone else’s middle

Jadi seperti itulah kira-kira pesan yang saya sampaikan ke dia.

Karena sepertinya menarik. Kenapa tidak saya bagikan di blog saya.
Saya ini jauh dari kata sukses. Tapi saya lagi membangun itu. Jadi apabila ada cacian mohon di kirimkan ke komentar saya tunggu caciannya.

CIAO